Selasa, 23 Agustus 2011

Membersihkan hati dengan membaca al-Quran


BAGAIMANA hendak membersihkan hati yang kotor? Dalam hal ini, Rasulullah saw pernah bersabda maksudnya: “Bahawa hati itu berkarat, seperti berkaratnya besi.”
Lalu orang bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana membersihkanya?”
Jawab Rasulullah: “Membaca al-Quran dan mengingati mati.” Membaca al-Quran dijelaskan di sini bagi membersihkan kekotoran di jantung yang didatangkan syaitan mengikut saluran darah.
Sabda Rasulullah lagi bermaksud: “Tiadalah antara yang memberi syafaat yang lebih utama kedudukannya pada Allah daripada al-Quran.
Tidak nabi, tiada malaikat dan tidak lainnya.”
Baginda bersabda lagi: “Yang terbaik daripada kamu ialah yang mempelajari al-Quran dan mengajarkannya”.
Amalkan membaca al-Quran pada malam, terutama malam Jumaat dan malam-malam awal, pertengahan dan akhir bulan. Seperti yang diriwayatkan, al-Quran itu ada jantungnya seperti manusia yang mempunyai jantung dalam dirinya.
Yang dimaksudkan dengan jantung al-Quran ialah surah Yasin.
Justeru, hikmat membaca Yasin pada malam Jumaat, pada malam bulan Ramadan dan pada subuh menjelang hari raya adalah terlalu besar serta diampunkan dosanya.
Sabda Rasulullah: “Jantung al-Quran adalah surah Yasin. Tidaklah dibaca akan dia oleh seorang melainkan menghendaki keredaan Allah dan keselamatan pada hari akhirat dan Allah mengampuni dosanya.”
Ayat terbesar dan digelar raja segala ayat dalam al-Quran ialah ayat Kursi.
Hadis Nabi: “Sebesar-besar ayat di kitab Allah ialah ayat Kursi.
“Ada satu ayat yang menjadi penghulu daripada segala ayat.
“Jika dibaca ayat itu dalam sebuah rumah, sedangkan di dalamnya ada syaitan, maka keluarlah syaitan itu dari rumah itu.
“Ayat itu ialah ayat Kursi.” (Hadis riwayat Tirmizi).
Firman Allah bermaksud: “Tidak akan diseksa hati yang terbendung dalamnya ayat-ayat suci al-Quran pada akhirat nanti.”

 Dikutip dari dakwah islam
http://www.raudhah.net/

Rabu, 04 Mei 2011

NABI SULAIMAN AS

Nabi Sulaiman as dilimpahi kekayaan yang belum pernah ada sebelumnya

Ia berkata, �Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang jua pun sesudahku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi (QS Shaad: 35)


Allah menjawab do�anya dengan memberikan anugerah dan pengetahuan yang besar serta melimpahkan kekuasaan yang besar dan wewenang yang kuat atas Sulaiman AS. Dalam ayat-ayat yang menceritakan kehidupannya, berbagai perincian mengenai kekayaan, kewenangan, dan bagaimana dia menggunakan pengetahuannya telah disampaikan.




Nabi Sulaiman AS berkomunikasi dengan burung-burung



Allah mengajarkan Nabi Sulaiman AS bahasa burung, dan dia menggunakan pengetahuan ini untuk membentuk peringkat burung-burung dalam suatu aturan (QS An Naml: 17). Dia berkomunikasi dengan burung-burung dan mengaturnya dalam barisan yang tepat menurut pandangannya. Keadaan ini terjadi karena ridha Allah atas Sulaiman AS.


Dan dia (Sulaiman) berkata, �Hai Manusia, kami telah diberi pengertian tentang suara burung dan kami diberi segala sesuatu. Sesungguhnya (semua) in benar-benar suatu kurnia yang nyata� (QS An Naml: 16)


Kita dapat menarik kesimpulan penting dari ayat ini:


- Burung mempunyai sebuah cara khusus untuk berkomunikasi satu sama lain secara berulang-ulang di luar jangkauan pendengaran manusia. Nabi Sulaiman AS diberikan sebuah kemampuan khusus yang memungkinkannya memahami bahasa ini. Hal ini dapat terjadi melalui suatu inovasi teknologi.


- Dengan menggunakan kemampuan ini, dia memberikan perintah kepada burung-burung sehingga mereka dapat memenuhi keinginannya (Allah-lah Yang Maha Tahu).


- Dia kadang-kadang menggunakan bahasa burung untuk mengirim berita dan mengumpulkan data intelijen. Metode ini sangat berhasil. Pengetahuannya memungkinkannya berkomunikasi dengan negara-negara lain dan secara efektif memungkinkan wilayah yang jauh berada di dalam jangkauannya (Allah-lah Yang Maha Tahu).


- Ayat ini dapat mengundang kita memperhatikan kemajuan teknologi yang akan digunakan di Hari Akhir. Mungkin bukan tentang burung, melainkan tentang pesawat tanpa awak yang digunakan pada saat ini.


- Hal ini dapat terjadi mungkin karena dia menempatkan pemancar pada burung untuk mengumpulkan data intelijen mengenai musuh-musuhnya. Dengan cara ini dia dapat memperoleh baik rekaman suara maupun gambar yang dia gunakan untuk memerintah bangsanya.


- Dia juga dapat mengendalikan jin dan setan. Seperti pernyataan dalam Al Qur�an, Allah berfirman, 'Dan sebagian dari jin ada yang bekerja di hadapannya (di bawah kekuasaannya) dengan izin Tuhannya� (QS Saba�: 12) dan �Dan Kami telah tundukkan (pula kepada Sulaiman) segolongan setan-setan yang menyelam (ke dalam laut) untuknya dan mengerjakan pekerjaan selain itu; dan adalah Kami memelihara mereka itu� (QS Al Anbiyaa�: 82). Apabila kita berpikir mengenai hal ini, burung-burung mungkin menjadi simbol pasukan jin.


- Kemungkinan lain adalah bahwa burung-burung tersebut dipimpin oleh jin. Nabi Sulaiman as dapat memerintahkan burung-burung untuk melaksanakan tugas-tugas tertentu dengan memanfaatkan para jin.


- Allah menurunkan kitab suci manusia Al Qur�an berlaku hingga Hari Kiamat. Oleh karena itu, berbagai kejadian yang serupa dengan yang difirmankan tentang Nabi Sulaiman dapat terjadi di Hari Akhir. Ayat-ayat ini mungkin memperingatkan kepada kita bahwa selama masa ini Allah dapat menempatkan setan dan jin di punggung atau telinga manusia, atau bahwa manusia akan menggunakan dan sangat banyak menarik manfaat dari kemajuan teknologi pada waktu itu. (Allah Maha Tahu).




Sulaiman AS berbicara dengan seekor semut betina



� maka tersenyumlah (dia) dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa, �Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.� (QS An Naml: 19)


- Nabi Sulaiman as dapat mendengar pembicaraan semut-semut dan hal ini dapat menunjukkan adanya teknologi komputer yang maju di hari akhir.


- Saat ini, Lembah Silikon California dikenal sebagai ibu kota dunia teknologi. Mereka sangat tertarik dengan informasi Nabi Sulaiman AS berbicara dengan semut di Lembah Semut. Allah mungkin menunjukkan sebuah teknologi maju yang akan muncul di Hari Akhir.


- Kemudian, semut dan serangga lainnya digunakan secara meluas dalam teknologi maju. Proyek-proyek robot yang dikembangkan dengan mengkaji makhluk-makhluk ini sangat dekat dengan kemajuan dalam berbagai bidang, termasuk teknologi dan industri pertahanan. Ayat ini dapat mengarahkan pada kenyataan ini pula.




Anugerah yang relevan dengan Hari Akhir


Kekuasaan Nabi Sulaiman AS dan Dzulqarnain AS atas dunia adalah berita yang baik bagi seluruh umat Islam, karena kisah ini berisi tanda-tanda penting selama Hari Akhir. Sesungguhnya umat Islam yang memelihara ketentuan-ketentuan Allah, bekerja keras untuk menyebarkan akhlak Islam ke seluruh dunia, dan menolak untuk kalah dalam menghadapi kekerasan, akan muncul di seluruh masa dalam sejarah. Allah akan selalu berada di belakang mereka dengan bantuan dan pertolongan-Nya. Kedua utusan ini, dengan kemampuan yang disebutkan di atas (dan tentunya berbagai anugerah lainnya dari Allah), menjalankan sebuah pemerintahan yang kuat di dunia. Pemerintahan yang sama tentunya akan berlangsung selama Hari Akhir.


Meluasnya pengaruh akhlak Islam seperti yang penulis tegaskan di awal, dibahas di hadits-hadits melalui kejadian serupa selama pemerintahan kedua Rasul Allah tersebut. Sebagian hadits ini adalah sebagai berikut::


Al Mahdi (orang yang paling benar diberi petunjuk) akan mengatur dunia ini seperti Nabi Dzulqarnain dan Nabi Sulaiman. (Ibn Hajar al-Haythami, Al-Qawl al-Mukhtasar fi `Alamat al-Mahdi al-Muntazar, hal. 29)


Ada empat raja agung di atas permukaan bumi: dua orang beriman dan dua orang kafir. Orang yang beriman adalah Dzulqarnain dan Sulaiman, dan orang kafir adalah Namrudz dan Bakhtinasr. Akan ada raja kelima dari orang-orang dari rumahku. (Ibn al-Jawzi)




Keadaan sebelum munculnya Al Mahdi


o Pada akhir masa, para penguasa ini akan menyebabkan orang-orang-Ku mengalami penderita yang berat sedemikian rupa sehingga tidak akan ada ketenteraman bagi umat Islam di mana pun mereka berada. (Al-Muttaqi al-Hindi, Al-Burhan fi `Alamat al-Mahdi Akhir az-Zaman, hal. 12)


Hadits ini menegaskan bahwa sebelum Al Mahdi datang, mereka yang tidak mempunyai moral agama dan berperilaku jahat dan tanpa belas kasihan akan berkuasa di atas beberapa negara Islam. Sebenarnya, beberapa penguasa Muslim menindas umat Islam dan menyiksa rakyat dengan pemerintahan mereka yang kejam dan lalim. Di sejumlah negara lain, rakyat mengalami penderitaan karena para penguasa mereka tidak mempunyai kualitas untuk berkuasa. Umat Islam di sejumlah negara, khususnya Irak, Libya, Suriah, Somalia, Ethiopia, Afghanistan, Tunisia, dan Djoubiti, ditindas oleh bangsa sendiri, sehingga mengalami berbagai kekerasan dan masalah. Umat Islam dihalangi menjalankan agama dan peribadatan mereka, sedang kesulitan ekonomi membuat kehidupan semakin sulit.



o Akan ada cobaan seperti malam yang kelam... (HR Abu Daud)


Kata �cobaan� (fitnah) berarti segala sesuatu yang menjauhkan akal dan hati rakyat dari jalan kebenaran, atau perang, hasutan, kekacauan, ketidaktertiban, dan pertentangan. Seperti kita ketahui dari hadits ini, cobaan yang dimaksudkan di dalam hadits ini akan meninggalkan asap dan debu di belakangnya.


Kemudian, cara menjelaskan �kegelapan� di dalam hadits ini, dapat dilihat sebagai suatu petunjuk bahwa asal-usul kegelapan itu belum jelas, tidak diharapkan. Dengan mengamati hal ini, kemungkinan besar hadits ini merujuk pada salah satu serangan teroris paling buruk di dunia, di kota New York dan Washington di Amerika Serikat pada 11 September 2001.


Oleh karena itu, tindakan teror yang paling menyedihkan yang menyebabkan meninggal dan luka-lukanya ribuan orang yang tidak berdosa, bisa jadi merupakan �cobaan seperti kelam di malam hari� yang dikisahkan pada hadits ini sebagai tanda munculnya Al Mahdi.



o Al Mahdi hanya akan muncul pada suatu waktu ketika orang-orang mengalami ketakutan besar dan dipengaruhi oleh gangguan dan perang saudara serta bencana lainnya. (Diriwayatkan oleh Abu Ja'far Muhammad ibn 'Ali)


Sebagian besar hadits tentang kedatangan Al Mahdi berbicara mengenai kepastian bahwa kerusuhan, ketidakamanan, dan ketidaktertiban akan menghantui dunia ini sebelum kedatangannya. Pembantaian, peperangan, dan pertentangan adalah salah satu sifat utama kurun waktu ini. Selain itu, hadits ini mengajak kita memperhatikan kenyataan bahwa berbagai pembantaian akan terjadi di seluruh dunia.


Selama dua perang dunia di abad kedua puluh, sekitar 65 juta orang diperkirakan terbunuh. Jumlah warga sipil yang terbantai karena alasan politik selama abad yang sama diperkirakan juga sekitar 180 juta. Hal ini angka yang sangat luar biasa bila dibandingkan dengan abad-abad sebelumnya.


o Al Mahdi tidak akan muncul, kecuali jika orang-orang tidak bersalah dibantai, dan dia akan muncul ketika orang yang berada di bumi dan di langit tidak dapat lagi menahan pembantaian-pembantaian tersebut... (Ibn Hajar al-Haythami, Al-Qawl al-Mukhtasar fi `Alamat al-Mahdi al-Muntazar, hal. 37)


Walaupun hadits-hadits mengenai kemunculannya menyebutkan berbagai pembantaian itu sebagai sesuatu yang biasa terjadi, hadits-hadits itu juga menegaskan bahwa berbagai pembantaian akan menjadikan orang-orang sipil sebagai sasarannya. Seperti yang dibahas sebelumnya, hampir seluruh peperangan saat ini menjadikan rakyat sebagai sasaran. Dengan demikian, orang-orang sipil dan orang-orang yang tidak berdosa seperti anak-anak, manula, dan wanita dibantai. Menjadikan orang-orang tanpa pertahanan ini sebagai sasaran adalah sebab utama terjadinya pembantaian yang lebih menyeluruh, sementara jumlah orang yang meninggal sebagai akibatnya terus meningkat.


Karena teror menyebarkan ketakutan dan kengerian, kelompok yang paling sering menjadi sasaran serangan itu acapkali adalah warga sipil yang tidak bersalah.


o Penyimpangan yang tidak bisa dijauhi oleh seorang pun akan terjadi, dan berkembang luas dengan cepat ke tempat lain dari tempat penyimpangan itu berada. (Ibn Hajar al-Haythami, Al-Qawl al-Mukhtasar fi `Alamat al-Mahdi al-Muntazar, hal. 21-22)




Istilah �fitnah� juga berarti �perang, ketidaktertiban, pertikaian, perselisihan.� Oleh karena itu, perang saudara dan peperangan lainnya serta ketidaktertiban, �yang berkembang luas ke tempat lain dari tempat penyimpangan tersebut berada,� terus berlanjut tanpa henti di seluruh dunia selama abad ini. Abad kedua puluh adalah yang paling utama diingat sebagai �abad perang.� Dan abad baru ini dimulai dengan peperangan dan teror yang terus berlanjut.


o Allah Yang Maha Kuasa akan mengirim Al Mahdi setelah keputusasaan telah mencapai titik di saat manusia akan berkata, �Tidak adakah Al Mahdi?� (Nu�aym ibn Hammad)


Hadits ini memberitahu kita bahwa salah satu tanda Masa Keemasan adalah keputusasaan manusia yang memohon kedatangan Al Mahdi..


Orang-orang yang bergulat dengan peperangan, kelaparan, ketidakadilan, wabah, dan segala bentuk kerusakan di Hari Akhir kehilangan harapan bahwa berbagai bencana itu akan berakhir. Di lain pihak, banyak kaum Muslimin mulai putus asa bahwa akhlak Islam akan tegak kembali dan yakin bahwa berbagai kejahatan akan terus berlanjut lebih jauh.


Sesungguhnya di masa kini, kita acapkali melihat contoh orang seperti ini. Walaupun ada banyak hadits mengenai kedatangan Al Mahdi dan Masa Keemasan yang ditandai dengan anugerah yang besar, banyak orang meyakini bahwa periode ini tidak pernah akan datang.


Anggapan ini juga suatu pertanda Hari Akhir. Di masa keputusasaan, orang-orang akan menikmati Masa Keemasan, berterima kasih pada rahmat Allah atas manusia.


o Orang-orang akan hidup makmur hingga sembilan puluh lima tahun, yaitu usaha mereka akan berhasil. Dalam tahun kesembilan puluh tujuh dan sembilan puluh sembilan, harta milik mereka akan habis... (Ibn Hajar al-Haythami, Al-Qawl al-Mukhtasar fi `Alamat al-Mahdi al-Muntazar, hal. 54)


Kemungkinan besar hal ini merujuk ke tahun 1995, sebuah masa ketika orang-orang mempunyai kehidupan yang relatif baik dan keadaannya tidak begitu sulit. Sesungguhnya seperti yang dijelaskan di hadits ini, pada tahun ini orang-orang akan mempunyai penghasilan yang cukup memadai untuk menunjang kehidupan dan memiliki harta benda. Akan tetapi, tahun 1997 dan 1999 adalah sebuah masa ketika ekonomi mengalami keterpurukan dan kemiskinan tersebar luas. Di masa ini, harta benda akan kehilangan nilanya. Peristiwa ini dapat terjadi dengan sangat cepat, seperti yang terlihat dalam krisis ekonomi yang berkelanjutan di Argentina.



Anwer Sadat

o Penduduk Mesir dan Syam akan membunuh penguasa mereka dan panglimanya... (Ibn Hajar al-Haythami, Al-Qawl al-Mukhtasar fi `Alamat al-Mahdi al-Muntazar, hal. 49)

Ketika menelaah sejarah Mesir modern, kita melihat seorang penguasa terbunuh: Anwar Sadat, yang berkuasa di Mesir selama tahun 1970-1981, dibunuh oleh lawan-lawan politiknya pada sebuah parade militer di tahun 1981. Pemimpin Mesir lainnya yang dibunuh termasuk Perdana Menteri Boutros Ghali (1910) dan Mahmoud Nukrashy Pasha (1948).


Kata �Syam� tidak hanya digunakan untuk Damaskus, karena kata ini juga berarti �kiri� dan telah lama digunakan untuk menyebut negara-negara di sebelah kiri Hijaz (tempat kota Mekah dan Madinah berada). Banyak pemimpin telah terbunuh di wilayah ini, di antara mereka adalah mantan perdana menteri Suriah Salah al-Deen Beetar (1920), Droubi Pasha (1921) dan Muhsin al-Barazi (1949), Raja Abdullah dari Jordan (1951), dan pemimpin Phalangis Lebanon Bshir Gemayel (1982).


o Orang-orang Syam akan memenjarakan suku-suku Mesir... (Ibn Hajar al-Haytahami, Al-Qawl al-Mukhtasar fi'alamat al-Mahdi al-Muntazar, hal. 49)


Saat ini, negara-negara di wilayah yang dimaksud di sini mencakup Israel. Inilah mengapa hadits ini mungkin menunjukkan peperangan antara Negara Israel dan Mesir serta invasi ke wilayah Mesir.



o Orang-orang akan berlomba-lomba membangun bangunan tinggi (HR Bukhari)



Pada tanggal 26 Oktober 1956, Israel menyerang Mesir dan mulai menduduki Semenanjung Sinai. Perang berakhir beberapa waktu kemudian setelah campur tangan Perserikatan Bangsa Bangsa.

Waktu akan berlalu dengan cepat (HR Bukhari)

Jarak yang jauh akan ditempuh dalam waktu yang pendek (Musnad)


Hari Akhir tidak akan datang sebelum waktu semakin pendek, setahun seperti sebulan, sebulan seperti seminggu, seminggu seperti sehari, sehari seperti sejam, dan sejam seperti nyala api (HR Tirmidzi)


Abad saat kita hidup menjadi saksi kemampuan pembangunan pesawat supersonik, dan kemampuan tersebut untuk melakukan perjalanan dalam beberapa menit yang pernah ditempuh selama berbulan-bulan, dan dengan sangat nyaman, berkat kereta api dan perbaikan sarana transportasi lain. Apa yang dimaksudkan hadits ini juga terjadi dalam bentuk ini.


Komunikasi antarbenua memerlukan waktu berminggu-minggu pada ratusan tahun yang lalu. Namun, sekarang hal itu dapat dilakukan dalam hitungan detik, berkat internet dan perbaikan dalam teknologi. Barang yang dulu perlu waktu berminggu-minggu untuk diantarkan, melalui perjalanan jauh, sekarang dapat dikirim pada waktu pemberitahuan dibuat. Miliaran buku sekarang dapat dicetak dalam waktu yang diperlukan untuk menulis sepucuk surat beberapa abad yang lalu. Seperti itu pula perkembangan teknologi yang lain, yang berarti bahwa kita tidak perlu lagi membuang waktu yang banyak untuk memasak, bersih-bersih, dan mengurus anak-anak.


Kita dapat menyebutkan contoh-contoh serupa. Namun, yang penting di sini tentunya adalah bahwa tanda-tanda Hari Akhir seperti yang dimaksudkan oleh Rasulullah SAW pada abad ketujuh, sekarang telah terjadi satu per satu.



o Ujung cemeti seorang manusia akan berbicara padanya.(Tirmidzi)


Cemeti dikenal sebagai sebuah alat yang digunakan di masa dahulu ketika mengendarai binatang atau menggembalakan binatang seperti kuda atau unta. Ketika kita meninjau hadits ini lebih dekat, kita dapat melihat bahwa Rasulullah SAW melakukan perumpamaan. Mari kita tanya orang yang hidup di masa sekarang, �Adakah perangkat modern yang berbicara dan menyerupai sebuah cemeti?'


Jawaban yang paling logis untuk pertanyaan ini adalah telepon mobil, dengan antenanya yang panjang atau peralatan komunikasi serupa. Kita tahu bahwa telepon mobil atau satelit berkembang pesat saat ini, sehingga kearifan di balik gambaran Rasulullah SAW pada 1400 tahun lalu bahkan menjadi lebih jelas. Inilah salah satu petunjuk lain bahwa kita hidup dalam Hari Akhir.


o Suara orang itu sendiri akan berbicara dengannya. (Mukhtasar Tazkirah Qurtubi)



Pesan di hadits ini sangat jelas: Seseorang yang mendengarkan suara dari suaranya sendiri adalah tanda lain dari Hari Akhir. Yang pasti untuk mendengar suara seseorang, orang tersebut pertama-tama harus merekamnya dan kemudian memainkannya kembali. Rekaman suara dan alat perbanyakan (reproduksi) rekaman tersebut adalah barang produksi abad kedua puluh. Perkembangan ini menandai suatu titik balik ilmiah dan mengarah kepada kelahiran industri komunikasi dan media. Reproduksi suara hampir sempurna saat ini, berkat komputer dan teknologi laser.


Singkatnya, peralatan elektronik pada masa kini, mikrofon dan speaker, memungkinkan kita merekam suara dan memainkannya kembali dan juga merupakan perwujudan dari yang disabdakan di dalam hadits di atas.


o Sebuah tangan akan diperpanjang dari langit dan orang-orang akan memandang dan melihatnya. (Ibn Hajar Haytahami, Al-Qawl al-Mukhtasar fi'alamat al-Mahdi al-Muntazar, hal. 53)


Tanda pada waktu itu adalah sebuah tangan yang diperpanjang di langit dan orang-orang berhenti untuk memandangnya. (Al-Muttaqi al-Hindi, Al Burhan fi Alamat al-Mahdi Akhir al-zaman, hal. 69)


Kata bahasa Arab untuk �tangan� di hadits di atas adalah �yed.� Selain �tangan�, kamus bahasa Arab juga memberikan makna seperti �kekuasaan, kekuatan, kemampuan, alat, dan sebagainya.� Kemungkinan besar, di hadits-hadits ini kata inilah yang digunakan dalam pengertian tersebut.


Istilah �kekuasaan, kekuatan, kemampuan, atau alat� yang memanjang dari langit dan dilihat oleh orang-orang tidak berarti banyak dalam situasi abad lalu. Akan tetapi, istilah ini memberi petunjuk kuat tentang peralatan seperti televisi, kamera, dan komputer yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari kehidupan modern seperti yang dijelaskan dalam hadits-hadits ini. Dengan kata lain, �tangan� yang disebutkan dalam hadits-hadits ini digunakan dalam pengertian kekuatan. Hal ini jelas menunjukkan gambar-gambar yang turun dari langit dalam bentuk gelombang, atau dengan kata lain siaran televisi.


o Rentang kehidupan akan lebih panjang. (Ibn Hajar Haytahami, Al-Qawl al-Mukhtasar fi'alamat al-Mahdi al-Muntazar, hal. 43)


Abad empat belas telah lewat sejak Rasulullah menyampaikan berita-berita tersebut. Rata-rata rentang kehidupan yang diharapkan jauh lebih panjang pada saat ini daripada waktu lain dalam sejarah paling terkini. Sebuah perbedaan besar dapat dilihat, bahkan antara angka-angka selama permulaan dan akhir abad kedua puluh. Misalnya, diperkirakan bahwa seorang bayi yang dilahirkan pada tahun 1995 akan hidup sekitar 35 tahun lebih lama daripada seorang bayi yang dilahirkan di sekitar tahun 1900. Contoh lain yang lebih jelas tentang persoalan ini adalah bahwa pada beberapa tahun lalu hanya segelintir orang yang hidup hingga usia 100 tahun, sedangkan saat ini hal itu menjadi hal yang lebih lumrah.











Seluruh perangkat komunikasi yang ditemukan pada beberapa tahun lalu memungkinkan kita menegaskan kemungkinan besar bahwa kita hidup di Hari Akhir.





KESAMAAN ANTARA MASA AL MAHDI DAN MASA NABI SULAIMAN AS DAN DZULQARNAIN AS


Al Mahdi adalah kelahiran kembali etika kenabian dari Nabi Sulaiman AS dan Dzulqarnain AS di Hari Akhir, tetapi pada cakupan yang berbeda dan lebih besar. Perwujudan spiritual, rasional, sosial, dan mental etika kenabian mereka akan muncul kembali di Hari Akhir.


Masa Al Mahdi dan dua nabi ini adalah masa ketika akhlak Islam yang mulia dijalankan secara meluas. Tiga masa ini secara keseluruhan diridhai oleh Allah. Al Qur�an dan hadits nabi juga menyebut masa Bakhtinasr, Namruz, dan Fir�aun yang merupakan masa kejahatan dan kekafiran. Segera setelah masa kelam itu, Allah menjadikan akhlak Islami mengemuka. Hampir mirip dengan itu, Allah akan menciptakan masa yang diatur dengan akhlak Islam di Hari Akhir: Masa Keemasan.


Masa keemasan ini akan merupakan sebuah cerminan yang lebih agung dari masa Nabi Sulaiman AS dan Dzulqarnain AS. Mahdisme berarti adanya perdamaian, kegembiraan, cinta, persaudaraan, kemuliaan, pengorbanan, perilaku manusiawi, dan semangat kerja sama.


Di sini ada beberapa contoh kesamaan antara masa dua nabi tersebut dan Masa Keemasan.




Kekuasaan Al Mahdi di seluruh dunia


Seperti yang dinyatakan sebelumnya, Nabi Sulaiman AS dan Dzulqarnain AS memberlakukan aturan akhlak Islam di dunia. Mereka berkuasa atas wilayah yang luas dan mempunyai angkatan bersenjata yang sangat kuat. Hal ini menunjukkan kemiripan dengan Masa Keemasan.


Selama Masa Keemasan, akhlak Islam juga akan berkuasa di dunia. Orang-orang akan memeluk Islam dalam jumlah yang besar, sedangkan berbagai paham yang menolak keberadaan Allah akan lenyap dan Islam akan dijalankan seperti masa Rasulullah Muhammad SAW. Sebagian hadits menjelaskan Masa Keemasan sebagai berikut:


Al Mahdi akan memiliki seluruh dunia. (Al-Muttaqi al-Hindi, Al-Burhan fi `Alamat al-Mahdi Akhir al-Zaman, hal. 10)


Al Mahdi akan melakukan invasi ke seluruh wilayah antara Timur dan Barat.. (Ibn Hajar al-Haythami, Al-Qawl al-Mukhtasar fi `Alamat al-Mahdi al-Muntazar, hal. 56)




Pengetahuan Al Mahdi yang langka dan terhormat seperti yang dianugerahkan kepada Nabi Sulaiman AS dan Dzulqarnain AS


Sebelumnya kita menyebutkan pengetahuan Allah yang dianugerahkan kepada Nabi Sulaiman AS, seperti kemampuan mengatur jin dan setan, berbicara dengan burung-burung, mendengar komunikasi antarsemut, dan mempunyai kekuasaan atas angin dan menggunakan tembaga seperti yang dikehendakinya. Masing-masing kemampuan ini menyebabkan dia berbeda daripada orang-orang pada umumnya. Tentang halnya Nabi Dzulqarnain AS, Al Qur�an mengatakan: "Demikianlah. Dan sesungguhnya ilmu Kami meliputi segala apa yang ada padanya� (QS Al Kahfi: 91). Dia adalah salah seorang yang dianugerahi pengetahuan.


Al Mahdi juga akan mempunyai kemampuan khusus tertentu. Di bukunya Mevzuatu'l ulum (11/246), Taskopruluzade Ahmet Efendi menulis bahwa Al Mahdi akan memiliki ilmu-e-jafr (ilmu ilahiyah melalui penafisran atas angka). Informasi lain mengatakan bahwa:


Dia disebut Al Mahdi karena dia diberikan pedoman untuk sebuah keadaan yang tidak diketahui oleh siapa pun juga. (Al-Muttaqi al-Hindi, Al-Burhan fi `Alamat al-Mahdi Akhir al-Zaman, hal. 77)


Rasulullah SAW bersabda bahwa Al Mahdi akan memahami bahasa binatang dan mempunyai kekuasaan atas manusia dan jin, seperti Nabi Sulaiman AS.


Al Mahdi adalah seseorang yang berbicara dengan bahasa binatang dan hewan lainnya. Oleh karena itu, keadilannya akan terlihat dengan sendirinya atas seluruh manusia dan jin. (Allamah Muhaqqiq Ash-Sharif Muhammad ibn 'Abd al-Rasul, Al-Isaatu li Asrat'is-saat, hal. 188)




Dukungan mereka atas perdamaian dan pilihan jalan diplomasi




Kita tegaskan di awal bahwa Nabi Sulaiman SAW sangat damai, mengasihi, tenggang rasa, dan memaafkan dalam hubungannya dengan negara-negara tetangganya. Dia menyukai memecahkan berbagai masalah melalui jalan diplomasi dan menggunakan cara-cara demokratik. Nabi Sulaiman AS menciptakan sebuah budaya unggul dan memperkuat kekuasaannya melalui diplomasi, seni, dan budaya. Walaupun pasukannya begitu kuat dan berjumlah banyak, dia tidak pernah menggunakan kekuatan militer. Nabi Dzulqarnain AS juga dikenal sebagai �orang yang mencegah perselisihan dan kekacauan,� dan membawa perdamaian dan ketenangan bagi masyarakat. Oleh karena itu, masa kedua nabi itu terlihat sangat mirip dengan Masa Keemasan.


Di Masa Keemasan, manusia akan menjadi umat Islam atas kehendak mereka sendiri, akhlak Islam akan berlaku di seluruh dunia, dan tidak akan ada peperangan. Berkenaan dengan masa ini, terdapat hadits-hadits sebagai berikut:


Tidak satu pun akan terbangun dari tidur mereka atau mengeluarkan darah dari hidung mereka. (Ibn Hajar al-Haythami, Al-Qawl al-Mukhtasar fi `Alamat al-Mahdi al-Muntazar, hal. 42)


Al Mahdi akan mengikuti jalan Nabi. Dia tidak akan membangunkan seseorang yang sedang tidur atau menumpahkan darah. (Allamah Muhaqqiq Ash-Sharif Muhammad ibn 'Abd al-Rasul, Al-Isaatu li Asrat'is-saat, hal. 163)


Seperti yang dijelaskan dalam hadits-hadits ini, Al Mahdi akan membawa akhlak Islam dan perdamaian ke seluruh dunia, sehingga mengakhiri seluruh peperangan dan kekerasan. Dia akan bekerja untuk memulai sebuah peralihan budaya dan menyebabkan orang-orang memeluk akhlak Islam. Selama masa itu, dengan izin Allah SWT, ayat berikut ini akan diwujudkan:


Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima tobat (QS An Nasr: 1-3)




Mendorong manusia memeluk akhlak agama dan bertindak cepat


Keputusan rasional dan cepat Nabi Sulaiman adalah contoh penting bagi seluruh kaum Muslimin. Surat-surat yang ditulisnya kepada Ratu Saba, yang berisi ajakan kepada ratu tersebut dan rakyatnya untuk mulai beriman kepada Allah, memperlihatkan kekuatan teknologi komunikasinya. Dakwahnya ke tahta Ratu Saba dengan menggunakan seseorang yang memiliki pengetahuan Al Kitab membuktikan kekuasaannya untuk mengambil keputusan yang cepat. Keputusan Nabi Dzulqarnain untuk membangun sebuah dinding yang kuat � begitu kuat sehingga hal akan berlangsung hingga Hari Kiamat � dari serangan Ya�juj dan Ma�juj menunjukkan kekuasaan dan rasionalitasnya. Masa Keemasan akan menjadi saksi berbagai peristiwa serupa.


Selama Masa Keemasan, orang-orang akan memeluk Islam, dan akan ada berbagai aktivitas yang tersebar luas dan �sapu bersih� menuju akhir ini. Seluruh bangsa satu demi satu akan menjalankan akhlak Islam dan berbagai paham yang menentang akan disapu dengan cepat dan tuntas. Seluruh sistem jahat akan dikuburkan di dalam debu-debu waktu. Dalam kata-kata ahli teologi Islam termasyhur, Muhyiddin ibn Arabi:


Allah akan memberikan kekuasaan begitu besar kepada Al Mahdi. Dia akan menghapus kejahatan dari dunia dalam waktu semalam, agama akan didirikan, dan Islam akan dibangkitkan. Al Mahdi akan memperbaharui nilai yang hilang ini kepadanya dan hal ini akan dihidupkan setelah kematiannya ... Orang-orang jahil, orang-orang sengsara dan orang-orang penakut akan mempunyai pengetahuan, bermurah hati dan berani .... Mereka akan menjalankan agama seperti di waktu Nabi Muhammad (saw).... (Muhyiddin Ibn Arabi, Al-Futuhat al-Makkia, hal. 66; Allamah Muhaqqiq Ash-Sharif Muhammad ibn 'Abd al-Rasul, Al-Isaatu li Asrat'is-saat, hal. 186)




Diutamakannya masalah konstruksi




Kita mengetahui bahwa Nabi Sulaiman as memusatkan perhatian pada proyek-proyek konstruksi bangunan. Dia membangun pilar-pilar lengkung yang tinggi, patung-patung, piringan besar seperti waduk, dan tong masak besar dengan mempekerjakan jin dan setan yang melakukan hal itu atas perintahnya. Setiap orang yang melihat istananya yang indah, khususnya Ratu Saba, sangat mengaguminya. Teknologi Nabi Dzulqarnain AS yang digunakan untuk membangun dinding itu begitu maju sehingga tidak dapat dihancurkan, kecuali Allah menghendaki.


Di hadits-hadits Nabi Muhammad SAW, kita diberi tahu bahwa bidang konstruksi akan begitu penting selama Masa Keemasan itu. Selama masa itu, ketenangan dan peradaban yang sangat maju akan dibawa ke kota-kota. Misalnya:


Al Mahdi bekerja dalam membangun kota Konstantinopal dan tempat-tempat lainnya. (Ibn Hajar al-Haythami, Al-Qawl al-Mukhtasar fi `Alamat al-Mahdi al-Muntazar, hal. 40)




Menggunakan Kekayaan dan kemegahan untuk Keuntungan Islam dan Ridha Ilahi


Nabi Sulaiman AS menggunakan kekayaannya untuk mendakwahkan agama Allah dan menyebarkan akhlak Islam di seluruh dunia. Di negara-negara yang diinvasinya, pertama-pertama dia menyerukan kepada rakyat untuk beriman kepada Allah dan keselamatan. Surat yang dikirimkannya ke Ratu Saba yang isinya dia mengundang ratu itu dan rakyatnya untuk memeluk Islam, adalah kesaksian yang kuat tentang hal itu. Nabi Dzulqarnain AS juga mempunyai kekuasaan yang kuat seperti yang terlihat dalam pernyataannya: 'Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik.� (QS Al Kahfi: 95). Dia menggunakan kekuasaannya yang besar untuk mencegah kekacauan.


Selama Masa Keemasan, orang-orang akan menikmati kekayaan dalam jumlah besar, kemakmuran, dan perdamaian. Al Mahdi akan menggunakan seluruh kekayaannya untuk menyebarkan agama Allah dan akan mengikuti akhlak yang agung dan perintah perdamaian di seluruh negeri yang dapat dia kuasai. Praktik yang tiada tandingannya ini akan memperlunak hati manusia dan menyebabkan mereka memeluk akhlak Islam. Oleh karena itu, dalam waktu yang sangat pendek, akhlak ini akan berkuasa di dunia ini. Beberapa hadits yang berkenaan dengan hal ini adalah sebagai berikut:


Al Mahdi akan tetap berada di tengah masyarakatnya sekurang-kurangnya tujuh atau mungkin delapan atau sembilan tahun. Pada tahun-tahun itu umatku akan menikmati sebuah masa kebahagiaan yang tidak tidak pernah mereka alami sebelumnya. Langit akan menurunkan air hujan deras kepada mereka, bumi tidak akan menahan satu pun tanamannya, dan kekayaan akan tersedia bagi semua orang. (HR At Tabrani)


Sebelum memberikan ketaatan mereka atasnya, orang-orang akan berkumpul di tempat dia berada dan setiap orang yang pergi ke sana akan menikmati berbagai kekayaan dari Tuhan. (Ibn Hajar al-Haythami, Al-Qawl al-Mukhtasar fi `Alamat al-Mahdi al-Muntazar, hal. 25)


MASA KEEMASAN

Rasulullah SAW menggambarkan Hari Akhir dengan sifat-sifat surgawinya

Banyak hadits menunjukkan adanya sebuah kurun waktu ketika nilai-nilai Al Qur'an akan meliputi bumi ini. Periode ini yang dikenal sebagai Masa Keemasan, akan berlangsung selama lebih dari setengah abad, dan dalam banyak hal akan menyerupai 'Masa yang Penuh Berkah� selama masa Rasulullah SAW.


Menurut satu hadits, manusia akan begitu puas sehingga mereka akan menghabiskan hari-hari mereka tanpa sadar bahwa waktu terus berlalu dan hari berganti hari. Mereka akan berdoa kepada Allah untuk memperpanjang hidup mereka agar dapat menerima lebih banyak berkah dari kemuliaan ini. Hadits Nabi lainnya menyatakan bahwa:


Orang muda berkeinginan agar mereka cepat dewasa, sementara orang dewasa berkeinginan akan tetap muda ... Kebaikan bahkan akan menjadi semakin baik, dan bahkan orang-orang jahat pun diperlakukan dengan baik (Al-Mutaqi al-Hindi, Al-Burhan fi Alamat al-Mahdi Akhir al-Zaman, hal. 59)




Berlimpah materi

Banyak hadits mengungkapkan bahwa akan ada hasil panen tanaman dan barang-barang akan melimpah secara tak terduga, dan semuanya didistribusikan tanpa diukur:


Selama kurun waktu ini, umatku akan menuju kehidupan yang tenteram dan nyaman, yang tidak pernah dikenal sebelumnya. (Tanah ini) akan mengeluarkan hasil panen dan tidak akan menariknya kembali... (HR Ibnu Majah)




Pada hari akhir akan ada seorang khalifah yang akan menyalurkan kekayaan tanpa menghitungnya (HR Muslim)


Penduduk langit dan bumi akan puas dengan pemerintahannya dan semacam tanaman akan ditumbuhkan oleh bumi, sehingga yang hidup akan menginginkan agar yang mati dapat kembali dihidupkan (At Tabrani dan Abu Nu�aym)


Tanah ini akan kembali seperti nampan emas yang menumbuhkan tumbuh-tumbuhan... (Ibn Majah)



Kemajuan teknologi akan memberikan kelimpahan materi di Masa Keemasan

Manusia akan menuai 700 takaran gandum untuk setiap kali mereka menabur.... Manusia akan menyebar beberapa genggam bibit dan menuai 700 genggaman (hasil panen).... Walaupun banyak hujan turun, tidak satu pun akan sia-sia. (Ibn Hajar al-Haythami, Al-Qawl al-Mukhtasar fi `Alamat al-Mahdi al-Muntazar, hal. 24)


Maksud hadits adalah peningkatan produksi pertanian yang akan terjadi di Hari Akhir dengan beralih menuju pertanian modern, berkembangnya teknik pertanian baru, yang memperbaiki persediaan bibit pertanian dan yang menggunakan air hujan secara lebih efisien dengan membangun bangunan-bangunan dan danau-danau buatan baru.





Biaya hidup yang tinggi dan kemiskinan akan berakhir

Karena Masa Keemasan akan merupakan sebuah masa kemakmuran dan kekayaan melimpah, seluruh manusia akan menerima lebih daripada yang mereka minta. Tidak ada yang akan diukur atau dihitung.


Rasulullah SAW berkata bahwa umatnya akan hidup dalam berkah, khususnya selama Hari-hari Akhir:


Suatu masa akan datang ketika seorang manusia dengan kekayaan emas di tangannya berjalan dan tidak menemukan seorang pun yang mau menerima sedekah itu (Mukhtasar Tazkirah Qurtubi)


Kemudian umatku akan dirahmati, jumlah binatang akan meningkat dan tanah, akan menghasilkan berbagai buah-buahan (Ibn Hajar al-Haythami, Al-Qawl al-Mukhtasar fi `Alamat al-Mahdi al-Muntazar, hal. 26)


Pasti, harta benda akan melimpah, mengalir seperti air. Tetapi tidak seorang pun akan (membungkuk) untuk mengambilnya. (Mukhtasar Tazkirah Qurtubi)



Agama akan dikembalikan ke keadaan semula

Berita lain yang diungkapkan melalui kitab hadits berkenaan dengan Hari akhir adalah bahwa agama sejati tidak lagi disalahpahami. Di Masa Keemasan, seluruh salah paham bid'ah yang memasuki Islam setelah Rasulullah SAW akan dihancurkan, dan agama ini akan diperbarui. Tepat seperti di masa Rasulullah SAW, ketentuan-ketentuan agama akan dipenuhi.


Setelah wafatnya Rasulullah SAW dan sahabat-Nya, sejarah mencatat bahwa berbagai bid�ah dan bentuk ibadah yang tidak pernah disampaikan telah memasuki agama Islam, dan tidak terhitung hadits dan pendapat, sebagian besar sampai kepada kita saat ini, dipalsukan dan disebut sebagai berasal dari Rasulullah SAW. Walaupun upaya terbaik Muslimin sejati telah dilakukan untuk menghapus pemalsuan itu, masih banyak perbuatan yang dilakukan atas nama Islam saat ini justru tidak didasarkan pada Al Qur�an.




Karena Al Qur�an adalah satu-satunya sumber yang dapat membedakan antara perbuatan yang benar dan yang salah, hanya petunjuknya saja yang dapat memperlihatkan dan menghapus bid�ah ini. Dengan cara ini, agama yang benar akan muncul kembali.


Di Hari Akhir, Allah akan mengembalikan agama ini ke keadaan semula dan menjadikan akhlak Al Qur�an mengemuka. Ketika masa ini datang, Dia akan mencabut seluruh penyimpangan yang menghalangi orang-orang dari hidup berdasarkan agama-Nya dan akan menjernihkan Islam dari seluruh bid�ah, kepercayaan yang palsu, dan bentuk peribadatan yang tidak benar.

HARI AKHIR DAN MUNCULNYA AL MAHDI


Beberapa penjelasan penting mengenai Hari Akhir adalah sebagai berikut: Selama kekacauan mengerikan di hari akhir, Allah akan memerintahkan seorang hamba yang mempunyai akhlak yang mulia, yang dikenal sebagai Al Mahdi (pemberi petunjuk ke arah kebenaran), untuk mengajak umat manusia kembali ke jalan yang benar. Tugas pertama Al Mahdi akan berupa dikobarkannya perang pemikiran di dalam dunia Islam dan mengembalikan umat Muslin yang telah jauh dari intisari Islam sejati, menuju iman dan akhlak sesungguhnya. Dalam hal ini, Al Mahdi mempunyai tiga tugas dasar:

1. Menghancurkan seluruh sistem filsafat yang mengingkari keberadaan Allah dan mendukung ateisme.


2. Memerangi takhayul dengan membebaskan Islam penindasan orang-orang munafik yang telah menyimpangkan agama, dan kemudian mengungkap dan melaksanakan akhlak Islam sejati yang didasarkan pada aturan Al Qur�an.


3. Memperkuat seluruh dunia Islam, baik secara politik maupun sosial, dan kemudian mengembangkan perdamaian, keamanan, dan kesejahteraan serta memecahkan berbagai masalah kemasyarakatan.


Menurut sejumlah besar hadits, Nabi �Isa AS akan turun ke bumi pada waktu bersamaan dan akan menyeru seluruh pemeluk Kristen dan Yahudi, khususnya, untuk meninggalkan berbagai kepercayaan takhayul yang diyakini oleh mereka pada saat ini dan hidup menurut Al Qur�an. Ketika pemeluk Kristen telah mendengarkannya, umat Islam dan Kristen akan bersama di bawah satu keimanan dan dunia ini akan mengalami zaman perdamaian, keamanan, kebahagian, dan kesejahteraan terbesar yang dikenal sebagai Masa Keemasan.




TANDA-TANDA KEDATANGAN AL MAHDI

Penyimpangan mendalam



Charles Darwin

Sementara lingkungan yang menyimpang justru dapat membuat orang-orang beriman dengan iman yang kuat meningkat keimanan dan kesabaran mereka, dan pahala mereka di Hari Akhirat, lingkungan seperti ini menyebabkan orang-orang dengan iman yang lemah dan dangkal menjadi kehilangan keimanan mereka atau semakin memperlemahnya. Al Mahdi akan datang ketika lingkungan yang menyimpang ini sudah sangat dalam dan parah.

Al Mahdi, salah satu kaumku, muncul sebagai manusia dengan ridha Allah, saat Hari Pembalasan sudah dekat dan melemahnya hati orang-orang beriman karena kematian, kelaparan, dan hilangnya sunah, dan munculnya kemajuan teknologi dan hilangnya makna memerintahkan kebenaran dan melarang kemungkaran. Kemakmuran dan keadilannya akan memudahkan hati orang-orang yang beriman, dan persahabatan serta saling mencintai akan menyelesaikan perselisihan di antara bangsa-bangsa non-Arab dan Arab. (Al-Muttaqi al-Hindi, Al-burhan fi �Alamat al-Mahdi Akhir al-Zaman, halaman. 66)


Kekacauan, penyimpangan, dan ketakutan akan muncul di Barat .... Penyimpangan akan meningkat pesat. (Mukhtasar Tazkirah Qurtubi)


Sejenis penyimpangan akan muncul ke permukaan. Tidak satu pun pihak mampu melindungi dirinya dari penyimpangan itu, dan penyimpangan itu menyebar segera ke setiap penjuru. Situasi ini akan bertahan hingga seseorang datang dan berkata, �Hai umat manusia, mulai saat ini pemimpinmu adalah Al Mahdi.� (Ibnu Hajar Haytahami, Al-Qawl al-Mukhtasar fi�alamat al-Mahdi al-Muntazar, hal. 23)



Hadits ini berbicara mengenai sebuah penyimpangan yang akan menyentuh setiap orang dan menyebar dengan cepat. Dengan kata lain, sejenis penyimpangan yang dikenal oleh setiap orang dan menjadikan orang-orang beriman sebagai sasarannya. Penyimpangan ini menentang agama dan Allah. Saat ini, filsafat materialis adalah kecenderungan utama terbesar yang dirancang untuk menolak keberadaan dan penciptaan Allah. Landasan filsafat ini adalah 'teori evolusi', yang memberikan dasar, yang oleh pencetusnya disebut sendiri sebagai hal �ilmiah�. Walaupun tidak didasarkan pada bukti ilmiah dan logika apa pun, kalangan materialis tertentu di seluruh dunia tetap berusaha agar teori ini diterima, dengan menggunakan cara-cara yang dikaitkan dengan propaganda yang kuat, kebohongan, dan bahkan penipuan.


Pada saat ini, ketika teori ini telah merasuki hampir setiap rumah tangga melalui media massa dan televisi, maka setiap orang di dunia Islam dan di mana pun berada telah mendengarkannya. Teori ini adalah teori pertama yang dinyatakan sebagai kenyataan ketika seseorang masih kanak-kanak dengan cara kebohongan dan penipuan yang tidak terhitung banyaknya. Ketika mereka tumbuh semakin dewasa, mereka terus disesatkan oleh omong kosong lucu ini, bahwa mereka dan seluruh umat manusia muncul sebagai makhluk hidup hanya karena kebetulan dan bahwa mereka adalah keturunan monyet. Para pemuda dari semua usia dicuci otaknya di seluruh tingkatan pendidikan melalui kebohongan para evolusionis.


Ada sebuah poin penting yang perlu digarisbawahi di sini. Sebagaimana ditekankan oleh Rasulullah SAW pada salah satu haditsnya, penyimpangan yang menyebar cepat dan merata di seluruh dunia hanya bisa mengemuka ketika perangkat teknologi yang tepat tersedia, seperti yang ada sekarang (misalnya, media massa, penerbitan, media elektronik, internet, dan komunikasi satelit). Ketika teknologi tersebut belum muncul di masa lalu, penyimpangan tidak akan menyebar ke seluruh dunia. Akibatnya, tidak ada bentuk penyimpangan lain yang telah menyatakan perang atas keberadaan, penciptaan dan agama Allah terlihat di masa lalu. Semua hal ini adalah di antara tanda-tanda penting, sehingga datangnya Al Mahdi bertepatan dengan masa sekarang.




Larangan agama yang mendapatkan penerimaan

Gaya hidup yang marak pada masa sekarang, yang telah menyebar begitu luas dalam beberapa dekade terakhir, dan tidak membuat perbedaan yang jelas antara apa yang dilarang dan diperbolehkan oleh agama, dan justru mentolerir segala jenis penyimpangan, mencerminkan lingkungan yang digambarkan dalam hadits-hadits ini. Beberapa hadits menjelaskan lingkungan kegelapan ini, pertanda datangnya Al Mahdi, sebagai berikut:


Al Mahdi tidak akan muncul, kecuali orang-orang kafir menyerbu ke segala tempat dan secara terbuka dilakukan di depan umum. Yang berkuasa di saat seperti itu adalah penyerbuan oleh orang-orang tak beriman.... Itulah kekuatannya. (Mektubat-i Rabbani, 2:259)


Al Mahdi akan datang setelah berbagai penyimpangan keji (fitnah), di mana seluruh larangan dianggap sebagai hukum (Ibnu Hajar al-Haythami, Al-Qawl al-Mukhtasar fi `Alamat al-Mahdi al-Muntazar, hal. 23)




Perang Iran-Irak


Akan ada huru hara di bulan Syawal (bulan kesepuluh dalam kalender Hijriyah), pembicaraan tentang perang di bulan Dzulqa�dah (bulan kesebelas dalam kalender Hijriyah) dan pecahnya perang di bulan Dzulhijjah (bulan kedua belas). (Allamah Muhaqqiq Ash-Sharif Muhammad ibn 'Abd al-Rasul, Al-Isaatu li Asrat'is-saat, hal. 166)


Tiga bulan yang dimaksudkan dalam hadits ini kebetulan bertepatan dengan bulan-bulan berkecamuknya Perang Iran Irak. Pemberontakan pertama atas Shah Iran berlangsung pada 5 Syawal 1398 (8 September 1976), seperti yang ditunjukkan oleh hadits ini, dan perang meletus antara Iran dan Irak pada bulan Dzulhijjah 1400 (Oktober 1980).


Hadits lain menjelaskan keterangan perang ini sebagai berikut:

Sebuah bangsa/suku akan datang dari arah Persia, dengan menyeru, �Kamu bangsa Arab! Kamu begitu bersemangat! Apabila Kamu tidak memberi hak mereka yang sebenarnya, tidak satu pun akan bersekutu denganmu ... Hak itu harus diberikan kepada mereka satu hari dan kepadamu pada hari berikutnya, dan janji-janji kerja sama harus ditepati...! Mereka akan berangkat ke Mutekh; umat Islam akan turun ke lembah itu ... Orang-orang musyrik akan berdiri di sana di tepi sebuah sungai hitam (Rakabeh) di sisi lain. Akan ada perang di antara mereka. Allah akan mencabut kedua pasukan itu dari kemenangan ... (Al Barzeenji, Signs of the Judgment Day, hal. 179)


- Bangsa yang datang dari arah Persia: bangsa yang datang dari wilayah Iran


- Persia: Iran, orang-orang Iran


- Turun ke lembah: Lembah, Lembah Iran


- Mutekh: Nama sebuah gunung di wilayah itu


- Rakabeh: Wilayah tempat sumur-sumur minyak terpusat


Hadits ini menarik perhatian karena pecahnya perselisihan rasial yang akan menyebabkan kedua belah pihak turun ke lembah (Lembah Iran) dan terjadinya perang. Kemudian, seperti yang dicatat di hadits ini, Perang Iran Irak berlangsung selama 8 tahun, dan walaupun ribuan korban telah berjatuhan, tetapi tidak satu pun pihak dapat menyatakan kemenangan atau keunggulan yang mutlak.




Pendudukan Afghanistan

Taliqan yang sangat miskin (sebuah wilayah di Afghanistan), yang di tempat itu berada harta Allah, tetapi bukan emas dan perak, tetapi terdiri dari orang-orang yang mengenal Allah seperti mereka seharusnya mengenalnya. (Al-Muttaqi al-Hindi, Al-Burhan fi Alamat al-Mahdi Akhir al-zaman, hal. 59)




Ada suatu petunjuk bahwa Afghanistan akan diduduki selama Hari Akhir. Invasi Rusia ke Afghanistan berlangsung pada tahun 1979 (1400, menurut kalender Hijriyah). Selain itu, hadits ini mengajak kita memperhatikan kekayaan alam Afghanistan. Saat ini, kandungan minyak bumi yang besar, tambang besi dan tambang batu bara yang belum digali secara komersial telah ditemukan di sana.




Berhentinya aliran sungai Eufrat


Berhentinya dan terganggunya aliran sungai Eufrat merupakan salah satu tanda kedatangan Al Mahdi.


Segera sungai Eufrat akan memperlihatkan kekayaan (gunung) emas, maka siapa pun yang berada pada waktu itu tidak akan dapat mengambil apa pun darinya. (HR Bukhari)


Sungai itu (Eufrat) akan memperlihatkan sebuah gunung emas (di bawah sungai itu). (Abu Daud)


Berbagai buku hadits menyebutkan kedua peristiwa ini. Al-Suyuti menyebutkan hadits ini sebagai �berhentinya air.� Sebenarnya Bendungan Keban telah menghentikan aliran air sungai ini. Tanah sekitarnya telah menjadi sama nilainya dengan emas karena berbagai alasan, seperti dihasilkannya aliran listrik dan begitu suburnya tanah pertanian melalui fasilitas irigasi dan transportasi sejak bendungan itu dibuat. Bendungan ini menyerupai gunung betun, dan kekayaannya senilai emas yang keluar dari sungai itu. Oleh karena itu, dam ini menyerupai sifat-sifat �gunung emas� (Allah-lah Yang Maha Tahu).




Gerhana bulan dan matahari di bulan Ramadhan

Ada dua tanda untuk kedatangan Al Mahdi ... Yang pertama adalah gerhana bulan di malam pertama Ramadhan, dan kedua adalah gerhana matahari di pertengahan bulan ini. (Ibn Hajar al-Haythami, Al-Qawl al-Mukhtasar fi `Alamat al-Mahdi al-Muntazar, hal. 47)


Akan ada dua gerhana matahari di bulan Ramadhan sebelum kedatangan Al Mahdi. (Mukhtasar Tazkirah Qurtubi)



... Gerhana matahari di pertengahan bulan Ramadhan dan gerhana bulan di akhirnya .... (Al-Muttaqi al-Hindi, Al-Burhan fi Alamat al-Mahdi Akhir al-zaman, hal. 37)


Telah sampai kepadaku bahwa sebelum Al Mahdi datang bulan akan gerhana dua kali di bulan Ramadhan (Diriwayatkan oleh by Abu Nu'aym in al-Fitan)


Yang menarik di sini adalah, tidak mungkin akan ada dua gerhana matahari dan gerhana bulan dalam satu bulan. Hal ini tidak dapat terjadi pada keadaan biasa. Akan tetapi, sebagian besar tanda-tanda Hari Akhir merupakan peristiwa-peristiwa yang dapat dijangkau dan diwujudkan oleh pikiran manusia, dan tergantung pada alasan tertentu.



A picture of the July 31, 1981, solar eclipse.

Apabila peristiwa-peristiwa ini dianalisis lebih lanjut, sejumlah perbedaan menjadi jelas. Yang terbaik dilakukan dalam keadaan seperti ini adalah menentukan hal-hal yang menjadi kesepakatan. Dugaan yang ada adalah sebagai berikut: akan ada gerhana matahari dan bulan selama bulan Ramadhan. Keduanya akan berjarak sekitar 14-15 hari dan gerhana-gerhana ini akan berulang dua kali.

Sejalan dengan perhitungan ini, ada sebuah gerhana bulan pada tahun 1981 (tahun Hijriyah 1401) pada hari ke-15 bulan Ramadhan dan gerhana bulan pada hari ke-29 pada bulan tersebut. Ada pula sebuah gerhana bulan �kedua� pada tahun 1982 (tahun Hijriyah 1402) pada hari ke-14 bulan Ramadhan dan gerhana matahari pada hari ke-28 pada bulan tersebut.


Ini juga penting, terutama karena dalam contoh khusus ini, akan ada sebuah gerhana bulan penuh di pertengahan bulan Ramadhan, sebuah ramalan yang paling mendekati kebenaran.


Kejadian peristiwa-peristiwa ini selama kurun waktu yang sama bertepatan dengan tanda-tanda kedatangan Al Mahdi. Hal tersebut, beserta kejadian ulangannya yang menakjubkan di permulaan abad keempat belas Hijriah selama dua tahun berturut-turut (1401-02), menjadikan kejadian-kejadian ini mungkin adalah tanda-tanda yang disebutkan oleh hadits.




Munculnya sebuah komet


Pada tanggal 6 Maret, pesawat ruang angkasa Soviet Vega 1 terbang dalam jarak 5.500 mil dari komet Halley, dengan mengirimkan kembali berbagai gambar pertama tentang inti es komet ini.

Sebuah bintang dengan ekor bercahaya akan muncul dari Timur sebelum munculnya Al Mahdi. (Ka�b al-Ahbar)

Sebuah komet akan muncul di Timur dengan mengeluarkan cahaya sebelum tiba. (Ibn Hajar al-Haythami, Al-Qawl al-Mukhtasar fi `Alamat al-Mahdi al-Muntazar, hal. 53)


Munculnya bintang itu akan terjadi setelah gerhana matahari dan bulan. (Al-Muttaqi al-Hindi, Al-Burhan fi Alamat al-Mahdi Akhir al-zaman, hal. 32)


Seperti yang disebutkan oleh sejumlah hadits, Pada tahun 1986 (1406 Hijriyah), komet Halley melintasi bumi. Komet ini merupakan sebuah bintang terang bersinar yang melintas dari Timur ke Barat. Ini terjadi setelah gerhana matahari dan bulan pada tahun 1981 dan 1982 (1401-1402 Hijriyah).


Kejadian munculnya bintang ini dengan tanda-tanda lain kemunculan Al Mahdi menunjukkan bahwa komet Halley adalah bintang seperti yang dimaksudkan di hadits ini.




Penyerbuan Ka�bah dan akibat pertumpahan darah

Orang-orang akan menunaikan ibadah haji bersama-sama dan berkumpul tanpa seorang Imam. Orang-orang yang naik haji akan dilempari dan akan ada sebuah peperangan di Mina yang menyebabkan banyak orang terbunuh dan darah akan mengalir sampai Jumratul Aqabah. (Jamra: sebuah pilar batu yang menjadi simbol Setan dan dilempari dengan batu jumrah selama ibadah haji.) (Diriwayatkan oleh 'Amr ibn Shu'ayb, al-Hakim and Nu'aym ibn Hammad)



Pada tahun 1979, ada sebuah pembantaian dalam suatu serangan di Ka'bah selama musim haji, tepat seperti yang diungkapkan di sebuah hadits. Serangan berdarah di Ka'bah ini berlangsung pada tanggal 1 Muharram 1400 (21 November 1979). Dengan kata lain, pada hari pertama bulan Hijriyah 1400, permulaan kurun waktu ketika tanda-tanda Hari Akhir mulai terjadi satu persatu.

Orang-orang akan menunaikan ibadah haji tanpa seorang imam yang memimpin mereka. Peperangan besar akan pecah ketika sampai ke Mina dan mereka dilempari seperti anjing dilempari dan suku-suku saling menyerang satu dengan lainnya. Perselisihan ini meluas sehingga kedua kaki terkubur di genangan darah. (Al-Muttaqi al-Hindi, Al-Burhan fi Alamat al-Mahdi Akhir al-zaman, hal. 35)

Kata �pada tahun ketika dia akan muncul� menarik perhatian kita pada sebuah pembantaian yang akan terjadi pada tanggal kemunculan Al Mahdi. Pada tahun 1979, sebuah pembantaian yang sangat mirip dengan ini terjadi selama penyerbuan Ka�bah, yang terjadi selama bulan haji. Yang sangat menarik karena penyerbuan ini terjadi pada permulaan periode selama itu tanda-tanda munculnya Al Mahdi, yaitu hari pertama 1400 Hijriyah (21 November 1979).


Hadits-hadits ini juga menyebutkan pertumpahan darah dan pembantaian. Pembunuhan atas 30 orang selama bentrokan antara tentara Arab Saudi dan para militan yang melakukan penyerangan selama penyerbuan itu memperkuat kebenaran bagian lain dari hadits ini.


Tujuh tahun kemudian, sebuah peristiwa yang lebih berdarah terjadi selama bulan haji. Pada peristiwa ini, 402 jamaah haji yang melakukan demonstrasi terbunuh, dan banyak menimbulkan pertumpahan darah. Baik tentara Arab Saudi maupun jemaah haji Iran telah melakukan dosa besar karena mereka saling membunuh. Insiden berdarah ini mempunyai kesesuaian yang tinggi dengan peristiwa yang dijelaskan dalam hadits ini. Akan datang tangis peperangan di bulan Syawal dengan pecahnya perang, pembantaian, dan pembunuhan di bulan Dzulhijjah. Jamaah haji dijarah di bulan ini, jalan-jalan tidak dapat dilewati karena genangan darah, dan larangan agama dilanggar. Dosa besar telah dilakukan di sisi Rumah Penuh Berkah (Al Ka�bah). (Al-Muttaqi al-Hindi, Al-Burhan fi Alamat al-Mahdi Akhir al-zaman, hal. 37)


Hadits ini menarik perhatian kita pada insiden yang akan terjadi di dekat Ka�bah. Insiden selama tahun 1407 Hijriyah sebenarnya terjadi dekat Ka�bah, dan bukan di dalamnya, yang berbeda dengan peristiwa tahun 1400 Hijriyah. Kedua insiden ini terjadi tepat seperti yang dimaksudkan oleh hadits-hadits tersebut.




Terlihatnya api di Timur


Pada bulan Juli 1991, Irak melakukan invasi ke Kuwait, dan akibat dibakarnya sumur-sumur minyak Kuwait, Kuwait dan Teluk Persia diselimuti oleh nyala api.


Di bagian lain dari tanda-tanda munculnya Al Mahdi, buku Ikdidduerer menyatakan: �Munculnya sebuah kebakaran besar yang terlihat di Timur hingga mencapai langit selama tiga malam. Terlihatnya warna merah yang besar tidak semerah warna fajar lazimnya, dan merebak di atas horison. (Al-Muttaqi al-Hindi, Al-Burhan fi Alamat al-Mahdi Akhir al-zaman, hal. 32)


Sebuah kebakaran besar akan terjadi di Timur selama 3 atau 7 hari dalam sebuah rentetan yang diikuti dengan kegelapan di langit dan warna kemerahan baru yang tidak seperti warna merah biasa yang menyebar di atas langit. Sebuah pernyataan akan didengar dalam sebuah bahasa yang dapat dipahami bumi. (Allamah Muhaqqiq Ash-Sharif Muhammad ibn 'Abd al-Rasul, Al-Isaatu li Asrat'is-saat, hal. 166)


Aku bersumpah bahwa sebuah api besar akan mengurungmu. Api itu sekarang dalam keadaan padam di lembah yang disebut Berehut. Api itu menelan orang-orang dengan rasa sakit yang pedih di dalamnya, membakarnya, dan menghancurkan jiwa dan harta, dan menyebar ke seluruh dunia dengan terbang seperti awan melalui bantuan angin. Panasnya di malam hari lebih tinggi daripada suhu siang hari. Dengan berjalan hingga sedalam pusat bumi dari kepala-kepala manusia, api itu menjadi sebuah keributan besar, tepat seperti kilat antara bumi dan langit, demikian beliau bersabda. (Mukhtasar Tazkirah Qurtubi)


Penjelasan singkat tentang api ini, sebuah tanda kedatangan Al Mahdi adalah sebagai berikut:Pada bulan Juli 1991, setelah invasi Irak ke Kuwait, sebuah kebakaran besar menyebar melintasi Kuwait dan Teluk Persia setelah pasukan Irak membakar sumur-sumur minyak Kuwait.


Selain itu, bagian pertama hadits ini mengatakan bahwa api itu berada �dalam keadaan padam.� Oleh karena itu, api itu disebabkan oleh dibakarnya suatu zat yang mudah terbakar. Yang menunggu dalam keadaan padam bukanlah api itu sendiri, melainkan bahan yang akan dibakar oleh api tersebut.


Dalam hal ini, zat tersebut berarti minyak bumi di bawah tanah. Berehut adalah nama sebuah sumur � sebuah sumur minyak bumi. Ketika waktu itu datang, minyak bumi yang dikeluarkan dari sumur-sumur itu akan menjadi api yang siap untuk dibakar.




Sebuah tanda dari matahari

Dia (Al Mahdi) tidak akan datang, kecuali ada sebuah tanda muncul dari matahari. (Ibn Hajar al-Haythami, Al-Qawl al-Mukhtasar fi `Alamat al-Mahdi al-Muntazar, hal. 47)


Al Mahdi tidak akan datang, kecuali terbitnya matahari sebagai suatu pertanda. (Al-Muttaqi al-Hindi, Al-Burhan fi Alamat al-Mahdi Akhir al-zaman, hal. 33)




Isyarat dari matahari mungkin adalah ledakan besar yang terjadi di abad kedua puluh. Di sebelah kiri gambar pada sisi ini adalah sebuah citra matahari yang diambil pada tahun 1996. Citra di sebelah kanan diambil pada tahun 2000 dan menunjukkan tampilan terakhirnya setelah ledakan tersebut.



Ledakan besar yang terdeteksi di matahari selama abad kedua puluh dapat merupakan tanda ini.


Selain itu, pada tanggal 11 Agustus 1999, gerhana matahari adalah gerhana terakhir abad kedua puluh. Gerhana ini adalah gerhana pertama yang dapat dilihat oleh begitu banyak orang dan dapat dipelajari dalam jangka waktu yang begitu panjang.




Membangun Kembali Tempat-tempat yang Telah Hancur

Pembangunan kembali tempat-tempat yang hancur di dunia dan reruntuhan bangunan-bangunan adalah tanda dan petunjuk penting Hari Kiamat (Ismail Mutlu, K?yamet Alametleri, (Signs of the Last Day), Mutlu Publications, Istanbul, 1999, hal.138)



Reichstag (Parlemen Jerman) setelah penghancurannya pada tahun 1945. Gambar di bawah menunjukkan bangunan yang sama pada tahun 1999, setelah pembangunan kembali gedung tersebut. Banyak gedung tengah dibangun kembali dan dikembalikan ke penampilan sebelumnya dengan cara yang sama.





Berbagai hadits meriwayatkan bahwa Al Qur�an berbicara tentang Al Mahdi

Al Mahdi akan memerintah bumi, tepat seperti Dzulqarnain dan Sulaiman (Ibn Hajar al-Haythami, Al-Qawl al-Mukhtasar fi �Alamat al-Mahdi al-Muntazar, hal. 29)


Ashabul Kahfi akan menjadi para penolong Al Mahdi (Al-Muttaqi al-Hindi, Al-Burhan fi Alamat al-Mahdi Akhir al-zaman, hal. 59)



Jumlah penolong Al Mahdi akan sama banyaknya seperti orang yang melintasi sungai bersama Thalut (Al-Muttaqi al-Hindi, Al-Burhan fi Alamat al-Mahdi Akhir al-Zaman, hal. 57)


"... Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya, dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Qur�an), mereka itulah orang-orang yang beruntung."


(QS Al A�raf: 157)

TANDA-TANDA HARI AKHIR DI DALAM AL QUR�AN

Tanda-tanda hari akhir di dalam Al Qur�an

Maka tidaklah yang mereka tunggu-tunggu, melainkan hari kiamat (yaitu) yang datang kepada mereka dengan tiba-tiba, karena sesungguhnya telah datang tanda-tandanya. Maka apakah faedahnya bagi mereka kesadaran mereka itu apabila hari Kiamat sudah datang? (QS Muhammad: 18)

Dari ayat ini kita ketahui bahwa Al Qur�an telah menjelaskan tanda-tanda yang mengumumkan datangnya Hari Akhir. Agar dapat memahami tanda-tanda �pengumuman besar� ini, kita harus merenungkan ayat ini. Sebaliknya, seperti yang ditunjukkan dalam ayat ini, pemikiran kita tidak akan berguna sama sekali ketika Hari Akhir tiba-tiba datang kepada kita.


Hari Akhir itu dekat

Allah berfirman dalam Al Qur�an bahwa tidak diragukan lagi bahwa Hari Akhir itu sudah dekat.


Dan sesungguhnya hari kiamat itu pastilah datang, tak ada keraguan padanya ... (QS Al Hajj: 7)


Dan tidaklah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, melainkan dengan benar. Dan sesungguhnya saat (kiamat) itu pasti akan datang, maka maafkanlah (mereka) dengan cara yang baik (QS Al Hijr: 85)


Mungkin ada sebagian orang yang beranggapan bahwa pesan Al Qur�an tentang Hari Akhir difirmankan lebih dari 1400 tahun lalu, dan masa itu sudah lama, jika dibandingkan dengan panjang usia seorang manusia. Padahal, di sini tersirat persoalan akhir dunia ini, matahari dan bintang-bintang, singkatnya, alam semesta. Ketika kita menganggap bahwa alam semesta berusia miliaran tahun, maka empat belas abad adalah suatu jangka waktu yang sangat pendek.




Keunggulan akhlakul Islam di dunia

Allah menyatakan bahwa orang-orang yang menyembah-Nya secara murni, tanpa menyekutukan-Nya dengan makhluk-Nya sebagai tuhan-tuhan lain selain-Nya dan beramal saleh untuk meraih ridha-Nya, akan dianugerahi kekuasaan dan pengaruh.


Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tidak mempersekutukan apa pun dengan-Ku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik (QS An Nuur: 55)


Dalam sejumlah ayat, juga dikatakan bahwa adalah sunnatullah, bahwa hamba-hamba Allah yang beriman dan hidup dalam agama yang benar dalam hati mereka akan menjadi pewaris dunia ini.


Dan sungguh telah Kami tulis di dalam Zabur sesudah (Kami tulis dalam Lauhul Mahfuzh), bahwasanya bumi ini dipusakai (oleh) hamba-hamba-Ku yang saleh (Surat Al Anbiya�: 105)


Dan Kami pasti akan menempatkan kamu di negeri-negeri itu sesudah mereka. Yang demikian itu (adalah untuk) orang-orang yang takut (akan menghadap) ke hadirat-Ku dan yang takut kepada ancaman-Ku (Surat Ibrahim: 14)


Allah pasti akan menepati janji-janji-Nya. Tingkat akhlak yang tinggi yang akan menaklukkan ajaran yang sesat, paham-paham yang menyimpang, dan pemahaman agama yang salah adalah akhlak Islam. Orang-orang kafir dan musyrik tidak dapat mencegah hal ini terjadi.




Terbelahnya bulan


Surat ke-54 di dalam Al Qur�an disebut 'Surat Al Qamar.' Dalam bahasa Inggris, qamar berarti bulan. Dalam beberapa hal, surat ini menjelaskan kehancuran yang menimpa kaum Nuh, �Aad, Tsamud, Luth dan Fir�aun, karena mereka menolak peringatan para nabi. Bersamaan dengan itu, ada sebuah pesan yang sangat khusus disampaikan di ayat pertama berkenaan dengan Hari Akhir.


TTelah dekat (datangnya) saat itu dan telah terbelah bulan. (QS Al Qamar: 1)


Kata 'terbelah' yang digunakan di ayat ini berasal dari kata dalam bahasa Arab, syaqqa, yang mempunyai berbagai makna. Dalam sejumlah tafsir atas ayat Al Qur�an ini, makna 'terbelah' lebih tepat. Tetapi kata syaqqa dalam bahasa Arab dapat juga berarti 'membajak� atau 'mencangkul' tanah.


Untuk contoh pertama, kita dapat merujuk ayat ke-26 Surat Abasa:


Sesungguhnya Kami benar-benar telah mencurahkan air (dari langit), kemudian Kami belah bumi dengan sebaik-baiknya, lalu Kami tumbuhkan biji-bijian di bumi itu, anggur dan sayur-sayuran. (QS �Abasa: 25-29)


Jelas terlihat bahwa makna syaqqa di sini bukanlah 'membelah.' Kata ini berarti membajak tanah untuk menumbuhkan berbagai tanaman.


Apabila kita kembali ke tahun 1969, kita dapat melihat salah satu keajaiban Al Qur�an. Berbagai eksperimen yang dilakukan di permukaan bulan pada 20 Juli 1969 mungkin mengisyaratkan terbuktinya berita yang disampaikan 1.400 tahun lalu dalam Surat Al Qamar. Pada tanggal itu, para astronot Amerika menjejakkan kakinya di bulan. Setelah menggali tanah di bulan, mereka melakukan berbagai percobaan ilmiah dan mengumpulkan contoh batu-batuan dan tanah. Tentu sangat menarik bahwa berbagai kejadian ini sesuai sepenuhnya dengan pernyataan dalam ayat ini.




Tanda-tanda yang dijelaskan oleh Nabi SAW terjadi satu demi satu

Di berbagai hadits yang sampai kepada kita dari Rasulullah SAW, disampaikan berita mengenai Hari Akhir dan Masa Keemasan Islam. Ketika kita membandingkan tanda-tanda ini dengan berbagai peristiwa yang terjadi di masa kita, kita dapat melihat berbagai petunjuk bahwa kita tengah hidup dalam Hari Akhir. Kita juga dapat melihat petunjuk yang mengabarkan datangnya Masa Keemasan Islam.



Berbagai hadits yang digunakan di bagian lain buku ini nanti akan berisi informasi yang disampaikan oleh Rasulullah SAW berkenaan dengan hal ini.


Di sini, mungkin akan muncul keraguan di benak pembaca dalam hal kebenaran dan kesahihan hadits-hadits mengenai Hari Akhir ini. Ada sebuah cara untuk membedakan hadits yang sahih dengan hadits yang palsu. Seperti kita ketahui, hadits mengenai Hari Kiamat berkaitan dengan berbagai peristiwa yang akan terjadi di masa depan. Karena alasan itu, ketika sebuah hadits memang terbukti dengan berjalannya waktu, semua keraguan tentang sumber pernyataan itu menjadi sirna.


Sejumlah ilmuwan Islam yang melakukan penelitian tentang masalah Hari Akhir dan tanda-tanda Hari Kiamat telah menggunakan syarat ini. Seorang ahli tentang masalah ini, Bediuzzaman Said Nursi, berkata bahwa hadits tentang Hari Akhir yang berkaitan dengan peristiwa-peristiwa yang telah bisa diamati pada masa kita menunjukkan kebenaran hadits tersebut.1


Sebagian tanda-tanda yang diberitakan dengan hadits ini dapat diamati di beberapa tempat di dunia dalam jangka waktu 1400 tahun sejarah Islam. Akan tetapi hal ini belum membuktikan bahwa jangka waktu itu adalah Hari Akhir. Untuk jangka waktu tertentu yang dapat disebut Hari Akhir, seluruh tanda-tanda Hari Akhir harus telah dapat dilihat kejadiannya pada jangka waktu yang sama. Hal ini dinyatakan dalam sebuah hadits:


Tanda-tanda yang terjadi setelah tanda yang lain seperti butiran manik-manik sebuah kalung yang jatuh satu per satu ketika talinya putus. (HR Tirmidzi)


Dalam hadits-hadits ini, permulaan Hari Akhir digambarkan sebagai waktu ketika silang pendapat berkembang, serta perang dan konflik semakin meningkat, ketika ada kekacauan dan kehancuran moral mencuat dan manusia menjauh dari akhlak agama. Pada waktu tersebut, berbagai bencana alam akan terjadi di seluruh dunia, kemiskinan akan mencapai tingkat yang belum terlihat sebelumnya, ada peningkatan besar dalam angka kejahatan, pembunuhan dan kekejaman di berbagai tempat. Tetapi, hal ini hanyalah tahap pertama. Selama tahap kedua, Allah akan menyelamatkan manusia dari kekacauan ini dan menggantikannya dengan keadaan yang penuh berkah dan ridha-Nya dengan berlimpahnya materi, perdamaian, dan keamanan.




Peperangan dan kekacauan


Rasulullah SAW bersabda, �Al Harj (akan meningkat)�� Mereka bertanya, �Apakah Al Harj itu?� Beliau menjawab, �(Yaitu) pembunuhan (saling membunuh), (yaitu) saling membunuh (pembunuhan).� (HR Bukhari)


Hari Kiamat (As Sa�ah) akan tiba ketika kekerasan, pertumpahan darah, dan kekacauan akan menjadi suatu yang lazim (HR Al-Muttaqi al-Hindi, Muntakhab Kanzul Ummaal)


Dunia ini tidak akan menemui akhirnya, hingga suatu hari akan datang pada manusia, pada hari itu akan ada pembunuhan massal dan pertumpahan darah. (Muslim)


Apabila kita melihat empat belas abad lalu, kita melihat berbagai peperangan di wilayah tertentu sebelum abad kedua puluh. Akan tetapi, peperangan yang mempengaruhi setiap orang di dunia, sistem politik, seluruh perekonomian, dan struktur sosial, hanya terjadi pada masa kini saja, dalam dua perang dunia. Di Perang Dunia I, lebih dari 20 juta jiwa meninggal. Pada Perang Dunia II, jumlah yang mati lebih dari 50 juta jiwa. Di samping itu, Perang Dunia II diakui sebagai perang yang paling berdarah, paling besar, dan paling menghancurkan dalam sejarah.


Berbagai pertentangan yang terjadi setelah Perang Dunia II (Perang Dingin, Perang Korea, Perang Vietnam, konflik Arab-Israel dan Perang Teluk) adalah contoh di antara berbagai peristiwa yang paling gawat di zaman modern ini. Selain itu, berbagai perang, pertentangan, dan perang saudara di tingkat wilayah telah menyebabkan kehancuran di berbagai belahan dunia. Di berbagai tempat seperti Bosnia, Palestina, Chechnya, Afghanistan, Kashmir, dan banyak lagi lainnya, berbagai masalah terus merongrong kemanusiaan.


Contoh lain bentuk �kekacauan� yang menghantui umat manusia yang setara dengan peperangan adalah teror terorganisir tingkat internasional. Seperti yang juga disepakati oleh pihak berwenang dalam masalah ini, berbagai tindakan teror telah berlipat ganda jumlahnya di paruh kedua abad kedua puluh.2 Bahkan dapat dikatakan bahwa teror adalah sebuah ciri khas abad kedua puluh.2 Berbagai organisasi yang bercirikan rasisme, komunisme, dan berbagai paham serupa, atau dengan tujuan kebangsaan, telah melakukan berbagai tindakan kejam dengan bantuan teknologi yang semakin maju. Di dalam sejarah dunia yang lebih terkini, berbagai tindakan teror berulang-ulang telah menyebabkan kekacauan. Banyak darah telah tertumpah dan orang-orang tak bersalah yang tak terhitung jumlahnya telah telah dibantai atau terbunuh.




Kehancuran kota-kota besar: peperangan dan bencana

Berbagai kota besar akan dihancurkan dan hal ini akan terjadi seolah-olah kota-kota itu tidak pernah ada sebelumnya. (Al-Muttaqi al-Hindi, Al-Burhan fi Alamat al-Mahdi Akhir al-Zaman)


Kehancuran kota-kota yang dimaksudkan dalam hadits ini mengingatkan pada kehancuran yang sekarang muncul karena perang dan berbagai bencana alam. Belum lama ini, senjata nuklir, pesawat tempur, bom, rudal, dan senjata modern yang canggih lainnya telah menyebabkan kehancuran yang belum pernah terbayangkan sebelumnya. Berbagai senjata mengerikan ini telah menyebabkan tingkat kehancuran yang belum pernah terlihat sebelumnya. Jelas, kota-kota besar yang menjadi sasaran adalah yang paling menderita karena kehancuran ini. Kehancuran karena Perang Dunia II yang belum ada bandingannya adalah salah satu contohnya. Dengan penggunaan bom atom di perang terbesar di dunia itu, Hiroshima dan Nagasaki hancur total. Akibat pemboman hebat, berbagai ibu kota Eropa dan kota-kota penting lainnya menderita berbagai kerusakan.



Hiroshima

Pada beberapa tahun terakhir, angin topan, badai, angin puyuh, dan berbagai bencana lainnya menimbulkan akibat merusak atas benua Amerika dan juga beberapa tempat lain di dunia. Selain itu, banjir telah menyebabkan timbunan lumpur yang menutupi berbagai pusat pemukiman penduduk. Kemudian, gempa bumi, letusan gunung, dan gelombang pasang air laut juga telah menyebabkan kehancuran yang besar. Oleh karena itu, seluruh kehancuran yang terjadi pada kota-kota besar karean bencana-bencana ini adalah suatu tanda penting dalam setiap peristiwanya.




Gempa Bumi

As Sa�ah (Hari Akhir) tidak akan terjadi hingga ... gempa bumi akan sangat sering terjadi (HR Bukhari)


Ada dua hadits besar sebelum hari hisab ... dan kemudian tahun-tahun penuh gempa bumi (Diriwayatkan oleh Ummu Salamah RA.)


Dalam beberapa tahun terakhir, gempa bumi besar telah terjadi berulang-ulang, dan termasuk bencana yang menakutkan bagi masyarakat di seluruh dunia. Apabila kita melihat data yang dikumpulkan oleh American National Earthquake Information Center (Pusat Informasi Gempa Bumi Nasional Amerka, ANEI) selama tahun 1999, kita menemukan 20.832 gempa bumi telah terjadi di berbagai tempat di dunia. Akibatnya, 22.711 orang diperkirakan kehilangan jiwanya.3




Kemiskinan


Orang-orang miskin akan meningkat jumlahnya. (Amal Al-Din Al-Qazwini, Mufid Al-'ulum Wa-mubid Al-humum)


Kekayaan beredar hanya di antara orang-orang kaya, tanpa manfaat bagi orang-orang miskin. (HR Tirmidzi)


Yang jelas masa yang dimaksudkan oleh Rasulullah SAW menjelaskan keadaan pada saat ini. Apabila kita menengok abad-abad sebelumnya, kita melihat bahwa berbagai kesulitan dan kecemasan yang disebabkan oleh kekeringan, peperangan, dan berbagai bencana lain bersifat sementara dan terbatas di sebuah wilayah tertentu. Akan tetapi, saat ini, kemiskinan dan kesulitan mencari penghidupan bersifat permanen den mewabah.


Di dunia saat ini, kemiskinan telah mencapai angka yang sangat memprihatikankan. Laporan terakhir UNICEF mengungkapkan bahwa satu dari empat penduduk dunia hidup dalam 'penderitaan dan kekurangan yang tidak terbayangkan sebelumnya'.4 Sekitar 1,3 miliar manusia di dunia bertahan hidup dengan uang kurang dari $1 (sekitar Rp8.800) sehari. Tiga miliar manusia di dunia saat ini bertahan hidup dengan $2 (sekitar Rp17.600) sehari. 5 Sekitar 1,3 miliar kekurangan air bersih. Sekitar 2,6 miliar tidak mampu mendapatkan sarana kesehatan yang memadai.6




Runtuhnya nilai-nilai akhlak

Hari Kiamat (As Sa�ah) akan datang ketika perzinaan tersebar luas (Al-Haythami, Kitab al-Fitan)


Hari Akhir tidak akan datang hingga mereka (orang-orang jahat) melakukan perzinaan di jalan-jalan (jalan-jalan umum). (Ibn Hibban and Bazzar)


Pria akan meniru perilaku wanita; dan wanita akan meniru perilaku pria. (Allama Jalaluddin Suyuti, Durre-Mansoor)


Orang-orang akan menyenangi perbuatan homoseksual dan lesbianisme. (Al-Muttaqi al-Hindi, Muntakhab Kanzul Ummaal)


Hubungan seksual tidak sah secara terbuka akan marak. (HR Bukhari)


Hari Akhir itu tidak akan datang hingga angka pembunuhan meningkat. (HR Bukhari)


Di masa kini, ada bahaya besar yang mengancam pola hidup masyarakat dunia. Dengan cara yang sama seperti virus membunuh tubuh manusia, bahaya ini mengakibatkan keruntuhan sosial yang sangat parah. Bahaya ini adalah keruntuhan nilai-nilai akhlak yang membantu mempertahankan masyarakat yang sehat. Homoseksualitas, pelacuran, hubungan seks pra-nikah dan di luar nikah, penyimpangan seksual, pornografi, pelecehan seksual, dan peningkatan angka penderita penyakit kelamin, adalah sejumlah petunjuk penting dari keruntuhan nilai-nilai akhlak.




Hadits tentang penolakan agama yang benar dan nilai-nilai moral dalam Al Qur�an

Menjelang datangnya Hari Akhir akan ada hari-hari ketika pengetahuan (agama) akan dicabut (lenyap) dan kejahiliyahan secara umum akan meluas.... (HR Bukhari)



Akan ada suatu ujian kegelapan yang menakutkan yang akan menimpa setiap orang di suatu masyarakat, dan kemudian ketika orang menganggap ujian itu telah berakhir, ujian itu akan terjadi terus-menerus. Selama itu seorang manusia bisa jadi adalah seorang mukmin di pagi hari dan menjadi seorang kafir di sore hari. (HR Abu Daud)


Akan datang suatu waktu pada umat ketika orang akan membaca Al Qur'an, tetapi tidak akan lebih jauh dari tenggorokan (tidak masuk ke dalam hati mereka) (HR Bukhari)


Sebelum Hari Akhir akan ada kekisruhan seperti potongan malam yang gelap, ketika seorang manusia akan menjadi seorang beriman di pagi hari dan seorang kafir di sore hari, atau seorang beriman di sore hari dan kafir di pagi hari (HR Abu Daud)


Suatu waktu akan datang, ketika seorang manusia tidak akan peduli bagaimana mereka mendapatkan sesuatu, halal atau haram. (HR Bukhari)


Akan muncul pada hari akhir seseorang yang akan memperoleh keuntungan dunia dengan menjual agama. (HR Tirmidzi)


Hari Akhir tidak akan datang hingga tersisa orang-orang yang tidak mengetahui kebajikan dan tidak pernah mencegah kejahatan (HR Ahmad)


Hari Akhir tidak akan datang sebelum Allah mengambil agama-Nya dari manusia di bumi, tidak meninggalkan seorang pun di atas bumi ini selain orang-orang kafir yang tidak mengenal perbuatan yang benar atau menolak perbuatan yang salah. (Diriwayatkan oleh Abdullah ibn 'Amr bin �Ash)




Munculnya nabi-nabi palsu

Hari akhir tidak akan datang sebelum datangnya tiga puluh Dajjal, masing-masing mengaku dirinya sebagai seorang utusan Allah. (HR Abu Daud)


Para ahli telah mencatat meningkatnya jumlah orang yang mengaku dirinya juru selamat, yang mulai muncul pada tahun 1970-an, dan sejak itu peningkatan jumlahnya cukup berarti. Menurut para ahli ini, ada dua alasan dasar peningkatan ini. Yang pertama adalah jatuhnya komunisme, dan sebab lainnya adalah kesempatan yang dimungkinkan oleh teknologi internet.7




Al Qur�an menjelaskan turunnya Isa AS ke bumi


Allah tidak menghendaki orang-orang kafir membunuh �Isa AS, melainkan mengangkatnya ke sisi-Nya, dan mengumumkan kabar gembira kepada umat manusia bahwa nabi Isa akan turun ke bumi di Hari Akhir. Al Qur�an memberikan informasi mengenai turunnya �Isa AS dalam sejumlah ayat:


o Salah satu ayat menyatakan bahwa orang-orang kafir yang merencanakan pembunuhan Isa AS tidak berhasil;


� dan karena ucapan mereka, �Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, �Isa putra Maryam, Rasul Allah�, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan �Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) �Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah �Isa. (QS An Nisaa�: 157)



o Ayat lain mengatakan bahwa �Isa AS tidak meninggal, melainkan diangkat dari lingkungan manusia ke kehadirat Allah.


� tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat �Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana (QS An Nisaa�: 158)



o Pada ayat ke-55 Surat Ali 'Imran, kita telah mengetahui bahwa Allah akan menempatkan orang-orang yang mengikuti 'Isa AS di atas orang-orang yang kafir hingga Hari Kebangkitan. Ini sebuah fakta sejarah bahwa 2000 tahun lalu, murid-murid 'Isa tidak mempunyai kekuasaan politik. Orang-orang Kristen yang hidup antara zaman tersebut dan masa sekarang telah meyakini sejumlah ajaran palsu, terutama doktrin Trinitas (mengakui tiga Tuhan dalam satu Tuhan). Oleh karena itu, terbukti bahwa mereka tidak bisa disebut sebagai pengikut Nabi 'Isa as, karena, seperti dikatakan di berbagai ayat di dalam Al Qur'an, mereka yang meyakini Trinitas telah tergelincir ke dalam kesesatan. Dalam hal ini, pada waktu sebelum Hari Akhir, para pengikut 'Isa AS akan mengalahkan orang-orang yang ingkar itu dan memenuhi janji ilahiyah yang termuat di dalam Surat Ali 'Imran. Yang pasti, kelompok yang diberkati ini akan diketahui ketika 'Isa AS ketika turun kembali ke bumi.



* Selain itu, Allah berfirman di dalam Qur'an bahwa seluruh Ahli Kitab akan meyakini 'Isa AS sebelum dia meninggal.


Tidak ada seorang pun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (�Isa) sebelum kematiannya. Dan di hari kiamat nanti �Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka. (QS An Nisaa�: 159)


Kita mengetahui dengan jelas dari ayat ini bahwa ada tiga janji yang belum terpenuhi berkenaan dengan �Isa as. Yang pertama, seperti setiap manusia lainnya, Nabi �Isa AS akan meninggal. Yang kedua, seluruh Ahli Kitab akan melihatnya dalam bentuk sosok manusia dan akan menaatinya ketika dia hidup. Tidak ada keraguan bahwa dua perkiraan ini akan terpenuhi ketika �Isa AS datang kembali sebelum Hari Akhir. Perkiraan ketiga mengenai kesaksian �Isa AS atas Ahli Kitab akan terpenuhi di Hari Akhir.


* Ayat lain dalam Surat Maryam membahas kematian �Isa AS.


Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal, dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali. (QS Maryam: 33)


Ketika kita membandingkan ayat ini dengan ayat ke-55 Surat Ali �Imran, kita dapat memahami sebuah fakta yang sangat penting. Ayat dalam Surat Ali �Imran tersebut berbicara mengenai �Isa AS diangkat ke kehadirat Allah. Di ayat ini tidak ada informasi yang diberikan berkenaan dengan apakah �Isa AS meninggal atau tidak. Tetapi di ayat ke-33 Surat Maryam, disebutkan mengenai kematian �Isa AS. Kematian kedua ini mungkin terjadi hanya apabila �Isa AS turun ke bumi kembali dan meninggal setelah hidup di sini selama beberapa waktu (Allah-lah Yang Lebih Mengetahui)


* Ayat lain yang menjelaskan turunnya �Isa ke bumi adalah:


Dan Allah akan mengajarkan kepadanya Al Kitab, Hikmah, Taurat, dan Injil. (QS Ali �Imran: 48)


Untuk memahami rujukan atas �Al Kitab� yang disebutkan di ayat ini, kita harus melihat ayat-ayat lain di dalam Al Qur�an yang relevan dengan pokok permasalahan ini: apabila Al Kitab dikatakan di satu ayat bersama dengan Taurat dan Injil, itu pasti berarti Al Qur�an. Ayat ketiga dari Surat Ali �Imran menegaskan maksud tersebut:


Allah, tiada ada Tuhan melainkan Dia, Yang Hidup kekal lagi senantiasa berdiri sendiri. Dia menurunkan Al Kitab (Al Qur�an) kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil sebelum (Al Qur�an), menjadi petunjuk bagi manusia, dan Dia menurunkan Al Furqaan. Sesungguhnya orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah akan memperoleh siksa yang berat; dan Allah Maha Perkasa lagi mempunyai balasan (siksa). (QS Ali �Imran: 2-4)


Dalam hal ini, Al Kitab yang disebut dalam ayat 48, yang akan dipelajari oleh �Isa AS, hanya mungkin berupa Al Qur�an. Kita mengetahui bahwa �Isa AS telah mengetahui Taurat dan Injil selama kehidupannya, yaitu, sekitar 2000 tahun lalu. Jelas, kitab tersebut adalah Al Qur�an yang dia akan ajarkan ketika dia turun ke bumi kembali.



* Petunjuk yang paling menarik pada ayat ke-59 Surat Ali 'Imran adalah: 'Sesungguhnya misal (penciptaan) 'Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam...' Di ayat ini kita dapat melihat ada sejumlah kesamaan antara kedua nabi tersebut. Seperti kita ketahui, Adam AS dan 'Isa AS keduanya tidak berayah, tetapi kita dapat menarik suatu kesamaan lebih lanjut dari ayat di atas, di antara turunnya Adam AS ke permukaan bumi dari surga dan turunnya 'Isa AS dari hadirat Allah pada Hari Akhir.



* Al Qur�an mengatakan hal berikut ini tentang �Isa AS:


Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus. (QS Az Zukhruf: 61)


Kita mengetahui bahwa �Isa AS hidup enam abad sebelum Al Qur�an diwahyukan. Oleh karena itu, ayat ini harus merujuk, bukan pada kehidupan pertamanya, melainkan pada kedatangannya kembali selama Hari Akhir. Baik dunia Kristen maupun Islam sangat menunggu-nunggu kedatangan �Isa as yang kedua kalinya itu. Kehadiran terhormat tamu yang diberkati ini di permukaan bumi akan merupakan tanda penting dari Hari Akhir.


Bukti lebih lanjut kedatangan kedua �Isa AS dapat ditemukan dalam penggunaan kata wakahlan dalam Surat Al Maidah 110 dan Surat Ali �Imran 46. Di kedua ayat ini, kita diwahyukan perintah berikut ini:


(Ingatlah), ketika Allah mengatakan, �Hai �Isa putra Maryam, ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku menguatkanmu dengan ruhul qudus. Kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa...� (QS Al Ma�idah: 110)


Dan dia berbicara dengan manusia dalam buaian dan ketika sudah dewasa dan dia adalah salah seorang di antara orang-orang yang saleh.� (QS Ali �Imran: 46)


Kata-katanya hanya muncul di dua ayat ini dan hanya merujuk pada �Isa AS. Kata ini digunakan untuk menjelaskan usia �Isa AS yang cukup dewasa. Kata ini merujuk pada usia antara 30 dan 50, yaitu akhir masa pemuda dan awal usia tua. Para ilmuwan Islam setuju menerjemahkan kata ini merujuk ke periode setelah usia 35 tahun.


Para ilmuwan Islam meyakini sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas yang mendukung bahwa �Isa AS diangkat ke sisi Allah ketika berusia muda, yaitu permulaan usia 30-an, dan ketika dia turun ke bumi kembali, dia akan berusia 40 tahun ketika tinggal dan hidup di permukaan bumi ini. �Isa AS akan berusia tua setelah dia kembali ke bumi, sehingga ayat ini dapat dikatakan merupakan sebuah bukti kedatangan kedua �Isa AS ke bumi.8




Rasulullah SAW menceritakan kedatangan kedua �Isa AS

Ada beberapa hadits dari Rasulullah SAW yang menyebut kedatangan kedua �Isa AS. Ilmuwan Islam Shawkani menyatakan ada 29 hadits mengenai kembalinya �Isa AS dan bahwa informasi yang terkandung di dalam hadits-hadits ini tidak dapat dipalsukan. (Ibnu Majah)


Demi Allah Yang jiwaku ada di tangan-Nya, putra Maryam, �Isa, akan turun dalam waktu singkat di antara kamu orang-orang beriman (Muslimin) sebagai seorang penguasa yang adil (HR Bukhari)


Hari Akhir tidak akan datang hingga putra Maryam (yaitu �Isa AS) turun di antara kamu sebagai seorang penguasa yang adil. (HR Bukhari)


Rasulullah SAW menjelaskan apa yang dilakukan oleh �Isa AS ketika dia turun kembali:


�Isa as, putra Maryam as, akan turun, berkuasa selama 40 tahun dengan Kitabullah dan sunnahku, lalu meninggal. (Al-Muttaqi al-Hindi, Al-Burhan fi Alamat al-Mahdi Akhir al-Zaman)


Isa AS, putra Maryam AS, akan menjadi seorang hakim yang adil dan penguasa yang adil (dalam umatku), mematahkan dan meremukkan kayu salib dan membunuh babi... Bumi ini akan dipenuhi dengan kedamaian seperti sebuah bejana diisi dengan air. Seluruh dunia akan mengumandangkan dan mengikuti satu kata yang sama dan tidak satu pun akan disembah selain Allah. (Ibnu Majah)