Minggu, 14 November 2010
Minggu, 24 Oktober 2010
Bumi memanggilmu...
oleh Sri Retnosari pada 01 September 2009 jam 2:26
Anas bin Malik berkata: Bahwa bumi setiap hari memanggil dengan sepuluh kalimat, yaitu :
1. Wahai Anak Adam, engkau berjalan diatas punggungku dan engkau akan kembali kedalam perutku
2. Engkau bermaksiat diatas punggungku, maka engkau akan disiksa didalam perutku.
3. Engkau tertawa diatas punggungku, maka engkau akan menangis didalam perutku
4. Engkau makan barang haram diatas punggungku, maka engkau akan dimakan ulat dalam perutku.
5. Engkau bergembira diatas punggungku, maka engkau akan bersedih didalam perutku
6. Engkau mengumpulkan barang haram diatas punggungku, maka engkau akan hancur didalam perutku.
7. Engkau berlaku sombong diatas punggungku, maka engkau akan terhina dalam perutku.
8. Engkau berjalan senang diatas punggungku, maka engkau akan jatuh susah dalam perutku.
9. Engkau berjalan dibawah cahaya diatas punggungku, maka engkau akan duduk dalam gelapnya perutku.
10.Engkau berjalan dengan orang banyak diatas punggungku, maka engkau akan duduk sendirian dalam perutku.
Bumi berkata:
Aku adalah rumah orang sendirian, maka carilah teman yang setia untukmu dengan banyak membaca Al Qur'an.
Aku adalah rumah kegelapan, maka terangilah aku dengan shalat malam.
Aku adalah rumah debu, maka bawalah tikar dengan banyak beramal saleh.
Aku adalah rumah Ular besar, maka bawalah penawarnya dengan membaca "Bismillahirrahmanirrahim"...disertai dengan mengalirkan air mata karena rasa takutnya kepada Allah.
Aku adalah rumah pertanyaan Munkar dan Nakir, maka perbanyaklah diatas punggungku dengan membaca dua kalimah sahadat.
Al Bidayah Wan Nihayah
oleh Sri Retnosari pada 02 Oktober 2009 jam 23:41
1. FASE PERTAMA (AWAL PENCIPTAAN ALAM SEMESTA) :
- Penciptaan Qalam (Pena).
Nabi bersabda, “Sesungguhnya yang pertama kali diciptakan Allah adalah Qalam (pena), lalu dikatakan kepadanya, ‘Tulislah! ‘. Ia menjawab, ‘Apa yang harus aku tulis?’ Dia menjawab, ‘Tulislah taqdir segala sesuatu sampai Hari Kiamat tiba.” (HR: Muslim no.2044).
- Penciptaan Kursiy.
Kursiy adalah tempat kedua telapak kaki Allah (menurut Ibnu Abbas), luasnya bila dibanding dengan tujuh lapis langit seperti tameng yang diatasnya diletakkan 7 keping mata uang. (Lihat QS. Al-Baqarah: 255).
- Penciptaan ‘Arsy.
Arsy adalah suatu maqam dimana Allah beristiwa’ (bersemayam) diatasnya, luas dan besarnya bila dibandingkan dengan Kursiy-Nya seperti sebuah padang pasir bila dibanding dengan sebuah lingkaran gelang. Arsy terletak di atas air. (QS. Hud: 7).
- Penciptaan Lauhul Mahfudz.
“Dan tidak ada seorangpun yang mengetahui seperti apa Lauhul Mahfudz dan Al-Qalam tersebut selain Allah, yang kedua adalah diantara makhluk-makhluk Allah, kita harus mengimani semua itu.” (Syarah Al-Aqidah Ath-Thahawiyah). Dimana segala sesuatunya telah tertulis di dalamnya dari awal penciptaan sampai Hari Kiamat.
- Penciptaan Air.
- Penciptaan Cahaya & Kegelapan.
- Penciptaan Bumi dalam 2 hari. (QS. Fushshilat: 9).
- Penciptaan Bumi & Isinya pada hari ketiga dan keempat.
(QS. Fushshilat: 10).
- Penciptaan Langit & 7 Lapisannya pada hari kelima dan keenam.
(QS. Fushshilat: 11-12).
- Sempurnanya penciptaan alam semesta pada hari keenam (hari Jumat).
(QS. Al-A’raf: 54)
2. FASE KEDUA (TANDA-TANDA KIAMAT)
TANDA-TANDA KIAMAT YANG SUDAH / SEDANG TERJADI :
- Diutusnya & wafatnya Rasulullah .
Dari ‘Auf bin Malik ., Rasulullah bersabda: “Ingatlah (wahai ‘Auf) ada enam (tanda) sebelum datangnya Hari Kiamat, kematianku…” (HR: Bukhari, VI/277, al-Fath).
- Penaklukkan Baitul Maqdis.
Dari ‘Auf bin Malik ., Rasulullah bersabda: “…Penaklukkan Baitul Maqdis.” (Lanjutan hadits diatas).
- Wabah Tha’un di ‘Amwas (sebuah daerah di Palestina-pent).
Dari ‘Auf bin Malik ., Rasulullah bersabda: “…Kemudian banyaknya kematian yang menimpa kalian bagaikan penyakit kambing.” (ibid).
- Melimpahnya harta dan tidak dibutuhkannya shadaqah.
Dari Abu Hurairah , Rasulullah bersabda: “Tidak akan tiba Hari Kiamat hingga harta menjadi banyak pada kalian, harta itu terus melimpah hingga membingungkan pemiliknya siapakah yang mau menerima shadaqah darinya, lalu seseorang dipanggil kemudian dia berkata, ‘Aku tidak membutuhkannya.” (HR: Bukhari dan Muslim). Kejadian ini sudah pernah terjadi pada masa sahabat, juga khalifah Umar bin Abdul Aziz, dan akan terjadi lagi sampai akhir zaman, dizaman al-Mahdi dan Nabi ‘Isa, Wallahu ‘alam.
- Terbelahnya bulan. ( Lihat QS. Al-Qamar : 1).
- Peperangan melawan bangsa Turki.
(Lihat HR: Bukhari VI/604, Muslim XVIII/37).
- Api Hijaz menerangi punuk unta di Basrah.
Dari Abu Hurairah , Rasulullah bersabda: “Tidak akan terjadi Hari Kiamat hingga keluar api dari tanah Hijaj (Madinah-pent) yang menerangi leher-leher unta di Bushrah (kota di Syam-pent).” (HR: Bukhari dan Muslim). Kejadian ini telah muncul pada tahun 654 H (sejaman dengan Imam Nawawi, dan ulama lainnya).
- Peperangan dengan bangsa Ajam (selain Arab-pent).
(Lihat HR: Bukhari, VI/604).
- Terjadinya berbagai macam fitnah.
Dari Abu Musa al-Asy’ari , Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya menjelang datangnya Hari Kiamat akan muncul banyak fitnah besar bagaikan malam yang gelap gulita…” (HR: Ahmad, Abu Daud, Ibnu Majah dan Hakim, sanadnya shahih).
- Menyebarnya perjudian, riba, arak, zina, perampokan dan musik dianggap halal. (Lihat HR: Bukhari X/51,Thabrani , dll).
Dari Sah’l bin Sa’d . Bahwa Rasulullah bersabda, “Di akhir zaman nanti akan ada (peristiwa) dimana orang-orang ditenggelamkan (kedalam) bumi, dilempari batu dan dirubah rupanya.” Beliau ditanya, “Kapankah hal itu terjadi wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Ketika alat-alat musik dan para penyanyi telah merajalela.” (HR: Ibnu Majah II/1350).
- Banyaknya penguasa yang zhalim. (Lihat HR: Ahmad, V/250).
- Berlomba-lomba menghias masjid & berbangga-bangga dengannya.
(Lihat HR: Ahmad III//134, An Nasa’i II/32).
- Banyaknya kemusyrikan dikalangan umat Islam.
(Lihat HR: Abi Dawud XI/322-324).
- Budak wanita melahirkan tuannya.
(Lihat HR: Bukhari I/114, Muslim I/158).
- Waktu semakin singkat. (Lihat HR: Bukhari XIII/81-82, Ahmad II/537).
- Orang tua banyak bersikap seperti anak muda.
(Lihat HR: Ahmad IV/156, Abi Daud XI/266).
- Tersebarnya penyakit kikir dan bakhil.
(Lihat HR: Bukhari XIII/13, At-Thabrani XIII/15).
- Banyaknya perdagangan dan pasar semakin berdekatan.
(Lihat HR: Ahmad II/519, V/333, Nasa’i VII/244).
- Mengucapkan salam hanya kepada orang yang dikenalnya.
(Lihat HR:Ahmad V/326, 333).
- Banyaknya kebohongan dan sumpah palsu.
(Lihat HR: Bukhari XI/332, Muslim I/78-79 & 163).
- Banyaknya kematian mendadak.
(HR: At-Thabrani, lihat Shahih Jami’us Shaghir V/214 no. 5775).
- Wanita-wanita berpakaian tapi telanjang (Mengumbar aurat).
(Lihat HR: Ahmad XII/26, Hakim IV/436).
- Banyak hujan tapi tumbuh-tumbuhan hanya sedikit.
(Lihat HR: Ahmad XIII/291 no. 7554).
- Banyak huru-hara dan pembunuhan.
(Lihat HR: Bukhari XIII/14, XVIII/13).
- Disia-siakannya amanat. (Lihat HR: Bukhari, XI/333).
- Munculnya orang-orang yang mengaku sebagai Nabi, jumlah mereka mencapai 30 orang.
Dari Abu Hurairah , Rasulullah bersabda: “Tidak akan terjadi Hari Kiamat hingga dibangkitkan ‘dajjal-dajjal’ (para pendusta) yang jumlahnya mendekati tiga puluh, semuanya mengaku bahwa mereka adalah utusan Allah.” (HR: Bukhari dan Muslim).
- Meratanya rasa aman.
Dari Abu Hurairah , Rasulullah bersabda: “Tidak akan terjadi Kiamat hingga seseorang yang berkendaraan berjalan diantara Irak dan Makkah tidak merasa takut kecuali (rasa takut) tersesat di jalan.” (HR: Ahmad, perawinya shahih).
- Banyaknya kaum wanita dan sedikitnya kaum pria.
Rasulullah bersabda, “Diantara tanda-tanda Kiamat adalah…banyaknya kaum wanita, dan sedikitnya kaum pria, hingga untuk lima puluh orang wanita hanya ada satu orang laki-laki yang mengurusnya.” (HR: Bukhari, Muslim dan Tirmidzi).
- Banyaknya perbuatan keji, pemutusan silaturahmi dan buruknya hubungan antar tetangga. (Lihat HR: Ahmad X/26-31, Hakim I/75-76).
- Dihilangkannya ilmu, dan kebodohan merajalela.
(Lihat HR: Bukhari, I/78, dan Muslim, XVI/222).
- Orang-orang gunung berlomba-lomba dalam membangun gedung.
(Lihat HR: Bukhari I/161-164, Muslim I/158).
- Sering terjadinya gempa bumi, tanah longsor, perubahan muka dan kerusuhan. (Lihat HR: Bukhari XIII/81-82, Tirmidzi VI/418).
- Menyerahkan urusan kepada yang bukan ahlinya / mengambil ilmu kepada orang bodoh. (Lihat HR: Ahmad XV/37-38).
- Benarnya mimpi seorang mukmin.
Rasulullah bersabda, “Jika Kiamat sudah dekat, maka hampir-hampir mimpi seorang mukmin tidak dusta.” (HR: Bukhari dan Muslim).
- Banyaknya karya tulis dan penyebarannya.
(Lihat HR: Ahmad V/333-334).
- Jazirah Arab kembali sarat dengan kebun-kebun & sungai-sungai.
(Lihat HR: Muslim VII/97).
TANDA-TANDA KIAMAT YANG AKAN TERJADI :
- Bulan (Sabit) terlihat membesar.
Dari Abdullah bin Mas’ud , Rasulullah bersabda, “Diantara tanda mendekatnya Hari Kiamat adalah membesarnya bulan sabit.” (HR: At-Thabrani, Syaikh Al-Albani mengatakan Shahih).
- Binatang buas & benda mati dapat berbicara.
(Lihat HR: Ahmad XV/202-203 no. 8049 dan III/83-84, sanadnya shahih menurut Syaikh Al-Albani).
- Sungai Eufrat menampakkan gunung emas.
Rasulullah bersabda, “Tidak akan tiba hari kiamat hingga sungai Eufrat menampakkan timbunan emas. Manusia saling membunuh karenanya. Dan setiap seratus orang, terbunuh sembilan puluh sembilan orang. Setiap orang dari mereka berkata, ‘Semoga akulah yang beruntung.” (HR: Bukhari dan Muslim, dari Abu Hurairah ).
- Munculnya Al-Qahthani.
Rasulullah bersabda, “Tidak akan tiba hari Kiamat hingga keluar seorang laki-laki dari Qahthan yang menggiring manusia dengan tongkatnya.” (HR: Bukhari, Muslim dan Ahmad).
- Keluarnya kekayaan alam yang terpendam di perut bumi.
Rasulullah bersabda, “Bumi memuntahkan ‘potongan-potongan dagingnya’ sebesar tiang berupa emas dan perak. Lalu datanglah pembunuh dan berkata, ‘Karena ini aku membunuh.’ Lalu datang seorang tukang begal dan berkata, ‘Karena ini aku diasingkan.’ Lalu datang seorang pencuri lalu berkata, ‘Karena ini tanganku dipotong!’ Kemudian mereka membiarkannya dan tidak mengambilnya sedikitpun.” (HR: Muslim, II/1013).
- Perang melawan semenanjung Arabia. (Lihat HR: Muslim XVIII/21-44).
- Perang melawan Persi. (ibid)
- Pengkhianatan Romawi. (ibid)
- Al-Malhamah Al-Kubra (Pertempuran Dahsyat). (ibid)
- Penaklukan Konstantinopel. (ibid)
- Perang melawan Yahudi dan penaklukan Rum.
(Lihat HR: Bukhari VI/103, Muslim XII/92).
- Penghalalan Baitullah dan penghancuran Ka’bah.
Rasulullah bersabda, “Ka’bah akan dihancurkan oleh Dzu Suwaiqatain dari Habasyah (Etiopia).” (HR: Ahmad, Bukhari dan Muslim).
TANDA-TANDA BESAR :
- Munculnya Imam Mahdi.
Rasulullah bersabda, “Pada akhir umatku akan keluar al-Mahdi. Allah menurunkan hujan kepadanya, bumi mengeluarkan tumbuhannya, harta akan dibagikan secara merata, binatang ternak melimpah dan umat menjadi mulia, dia akan hidup selama tujuh atau delapan (yakni, musim haji).” (HR: Hakim IV/557-558, sanadnya shahih).
- Munculnya Al-Masih Ad-Dajjal.
Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya Dajjal adalah seorang laki-laki, pendek, jarak antara kedua betisnya berjauhan, keriting, buta sebelah, mata yang terhapus tidak terlalu menonjol, tidak pula terlalu kedalam, maka jika dia melakukan kerancuan (mengaku sebagai Rabb) kepadamu, maka ketahuilah sesungguhnya Rabb kalian tidak buta sebelah.” (HR: Abu Dawud XI/443).
- Turunnya Nabi Isa dan terbunuhnya Dajjal.
Rasulullah bersabda, “Dajjal akan muncul pada umatku….lalu Allah mengutus Isa bin Maryam seakan-akan ia adalah Urwah bin Mas’ud, kemudian ia mencarinya dan membinasakan.” (HR: Muslim XVIII/75-76).
Rasulullah bersabda, “Lalu Allah mengutus Isa bin Maryam…kemudian dia menetap bersama manusia selama 7 tahun, pada waktu itu tidak ada permusuhan pun di antara dua orang. Selanjutnya Allah mengutus angin dingin dari arah Syam, lalu tidak ada yang tersisa di muka bumi seorang pun yang di dalam hatinya terdapat kebaikan atau keimanan sebesar dzarrah, melainkan akan dihembusnya dan mati karenanya.” (HR: Muslim).
- Munculnya Ya’juj dan Ma’juj. (Lihat QS: Al-Anbiya’:97).
Rasulullah bersabda, “…Mereka (Ya’juj Ma’juj) merambah bumi (setelah keluar dari dalam bumi-pent). Orang-orang muslim berlindung ke kota-kota dan benteng-benteng untuk menghindari mereka . Mereka merampok hewan-hewan kaum muslim. Mereka meminum air-air di bumi, sampai sebagian mereka melewati sebuah sungai dan meminum airnya hingga kering, lalu lewat orang-orang setelah mereka dan berkata, ‘Dulu disini pernah ada air.’ Kemudian ketika tidak ada lagi yang tersisa kecuali satu orang di benteng atau di kota, seseorang dari mereka berkata, ‘Penduduk bumi sudah kita habisi, tinggal penduduk langit.’ Lalu salah seorang mengambil senjata dan melemparkannya ke langit, lalu senjata itu kembali dengan darah yang mengandung bala dan fitnah. Ketika mereka dalam kondisi demikian, Allah mengirimkan ulat-ulat ke leher mereka, sehingga mereka mati tidak berdaya…” (Silsilah al-Hadits ash-Shahihah, IV/1793, Syaikh al-Albani menghasankan).
- Wafatnya Nabi Isa dan Imam Mahdi.
- Masa-masa aman.
- Diutusnya angin yang lembut untuk mencabut ruh orang-orang yang beriman.
- Munculnya Asap (kabut). (Lihat QS. Ad-Dukhan: 10-11).
Rasulullah bersabda, “ Bersegeralah untuk beramal sebelum datang enam hal, Dajjal, asap…” (HR: Muslim XVIII/78).
- Hapusnya Islam, hilangnya Al Quran & musnahnya orang-orang shaleh
Rasulullah bersabda, “Islam dihapuskan seperti hilangnya warna baju, sampai tidak diketahui apa itu puasa, apa itu shalat, haji dan sedekah. Kitabullah dimusnahkan dalam satu malam sampai tidak tersisa satu ayatpun, dan yang tersisa adalah kakek-kakek dan nenek-nenek yang mengatakan, ‘Kami melihat orangtua kami mengatakan laa ilaha illallah, maka kami pun mengatakannya.” (HR: Ibnu Majah da Hakim, shahih sesuai syarat Muslim).
- Manusia kembali kepada kejahiliyahan & penyembahan berhala.
Rasulullah bersabda, “Kiamat tidak akan terjadi sampai tangan dan kaki perempuan suku Daus menari di hadapan Dzulkhilshah, yaitu berhala yang disembah di zaman jahiliyah.” (HR: Bukhari dan Muslim).
- Terbitnya matahari dari arah barat.
Rasulullah bersabda, “Tidak akan terjadi Kiamat sehingga matahari terbit dari barat, jika ia telah terbit, lalu manusia menyaksikannya, maka semua orang akan beriman, ketika itu tidak akan bermanfaat lagi iman seseorang yang belum beriman sebelum itu, atau dia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya.” (HR: Bukhari dan Muslim).
- Keluarnya Ad-Daabbah (Binatang Melata) yang dapat berbicara dari perut bumi. (Lihat QS: An-Naml: 82).
Rasulullah bersabda, “Seekor binatang akan keluar dengan membawa tongkat Musa, dan cincin Sulaiman, lalu dia akan memberikan tanda (cap) kepada seorang kafir…” (HR: Ahmad XV/79-82 no.7924, sanadnya shahih).
- Penenggelaman ke dalam bumi di Timur, Barat dan di Arab.
(Lihat HR: At-Thabrani dalam al-Ausath).
- Munculnya api yang akan menggiring seluruh manusia.
Rasulullah bersabda, “Dan yang terakhir adalah api yang keluar dari Yaman, menggiring manusia ke tempat mereka berkumpul.” (HR: Muslim).
FASE KETIGA (HARI KIAMAT) :
- Peniupan Sangkakala Yang Pertama. (QS. Yasin: 49-50, Az-Zumar: 68).
Dari Abdullah bin Amr bin Ash berkata, “Seorang Arab Badui datang kepada Nabi dan berkata, ‘Apakah Sangkakala itu?’Nabi menjawab, ‘Tanduk yang ditiup.” (Silsilah al-Hadits ash-Shahihah, III no. 1080).
- Hancurnya / Matinya Seluruh Makhluk Hidup, Alam Semesta Dan Isinya Kecuali Yang Dikehendaki-Nya.
(Lihat QS. Al-Haqqah: 13-16, al-Fajr: 21, Thaha: 105-107, Az-Zumar: 67).
Dari Abdullah bin Mas’ud bahwa seorang Yahudi datang kepada Nabi dan berkata, “Ya Muhammad, sesungguhnya Allah menggenggam langit dengan satu jari, bumi dengan satu jari, gunung-gunung dengan satu jari, pepohonan dengan satu jari, dan makhluk-makhluk dengan satu jari, kemudian berfirman, ‘Akulah Raja.’ Rasulullah tertawa sampai giginya kelihatan, kemudian membaca Surah Az-Zumar: 67. (HR: Bukhari, Fathul Bari XIII/393).
- Penciptaan Bumi Yang Kedua (Padang Masyhar). (QS. Ibrahim: 48).
Rasulullah bersabda, “Manusia dikumpulkan pada hari Kiamat di bumi yang putih ‘afra’ (putih bersih-pent) seperti lembaran roti naqi (tepung yang bersih dari campuran dan ampas-pent).” Dalam riwayat lain ada tambahan: “Disana tidak ada ma’lam (tanda penunjuk jalan seperti gunung, batu besar, dll-semuanya rata-pent). (HR: Bukhari dan Muslim).
- Peniupan Sangkakala Yang Kedua. (QS. Az-Zumar: 68).
- Dibangkitkannya Seluruh Makhluk Di Padang Masyhar.
(Lihat QS. Yasin: 51-53). Rasulullah bersabda, “Antara dua tiupan itu ada selang waktu empat puluh, kemudian turun air dari langit, lalu manusia-manusia tumbuh bagai tumbuhan. Seluruh tubuh manusia musnah kecuali satu tulang, yaitu pangkal ekor, dan dari itulah manusia dibentuk kembali pada Hari Kiamat.” (HR: Muttafaqun ‘alaih).
- Pengumpulan Seluruh Makhluk di Tempat yang Luas.
(QS. Hud: 103, al-Waqi’ah: 49-50, al-Kahf: 47).
Dari Aisyah , ia mendengar Rasulullah bersabda, “Manusia dikumpulkan pada hari kiamat dalam keadaan telanjang kaki, telanjang badan, dan tidak dikhitan.” Ia bertanya, “Wahai Rasulullah, semua laki-laki dan perempuan saling melihat satu sama yang lain?” Rasulullah menjawab, “Wahai Aisyah, urusan pada saat itu jauh lebih penting ketimbang sekedar memandang satu sama lain.” (HR: Bukhari dan Muslim).
- Masa Menunggu Manusia Selama 50.000 Tahun. (QS.al-Ma’arij: 4-7).
Rasulullah bersabda, “Setiap pemilik emas dan perak yang tidak menunaikan hak hartanya itu, pada hari Kiamat, emas dan perak itu dijadikan lempengan yang dipanaskan di neraka Jahannam, lalu lambung, dahi, dan punggung orang itu disetrika dengan itu. Setiap kali lempengan itu dingin, dipanaskan kembali. Terus begitu dalam satu hari yang lamanya sama dengan 50 ribu tahun, sampai Allah memberi keputusan di antara hamba-hamba-Nya, sehingga orang itu melihat jalannya ke surga atau ke neraka.” (HR: Muslim).
- Pemberian Syafaat. (Lihat QS. Al-Baqarah: 255, al-Anbiya: 28)
Rasulullah bersabda, “Setiap Nabi memiliki doa yang mustajab. Setiap Nabi telah melakukan doanya itu di dunia, sedangkan aku menyimpan doaku sebagai syafaat bagi umatku di hari Kiamat. Syafaat itu Insya Allah akan diperoleh siapa saja diantara umatku yang mati dengan tidak menyekutukan Allah dengan sesuatupun.” (Jami’al-Ushul, X, h.475 no. 8009).
- Penghisaban (Perhitungan) Amal Perbuatan.
(QS. Az-Zumar: 69, Al-Baqarah: 210). Dari Aisyah , bahwa Rasulullah bersabda, “Tidak ada seorangpun yang dihisab pada Hari Kiamat yang tidak celaka.” Aisyah berkata , “Ya Rasulullah, bukankah Allah telah berfirman, ‘Adapun orang yang diberikan bukunya disebelah kanan, ia akan dihisab dengan penghisaban yang mudah.” Rasulullah menjawab, “Itu hanyalah pembeberan. Semua orang yang didebat dalam hisab pada hari Kiamat akan celaka.” (HR: Bukhari dan Muslim).
- Pembagian Catatan Amal (Kitab). (QS. Al-Kahf: 49, al-Haqqah: 19-24).
- Kishas antara semua Makhluk.
Nabi bersabda, “Kishas akan diberlakukan di antara semua makhluk, bahkan antara binatang bertanduk dan yang tidak, dan antara semut kecil dengan semut kecil lainnya.” (HR: Ahmad dengan sanad shahih).
- Mizan (Timbangan). (QS. Al-Anbiya: 47)
Nabi bersabda, “Pada hari Kiamat akan dipasang mizan, yang langit dan bumi pun dapat ditimbang dengan mizan itu. Malaikat berkata, ‘Ya Tuhan, untuk siapa mizan ini?’ Allah menjawab, ‘Untuk makhluk-makhluk-Ku yang kuhendaki.’ Malaikat berkata, ‘Mahasuci Engkau, kami dahulu menyembah-Mu belum secara sebenar-benarnya.” (Silsilah al-Hadits ash-Shahihah, II / 941).
- Penggiringan orang-orang mukmin ke Al-Haudh (Telaga).
Rasulullah bersabda, “Telagaku itu sepanjang perjalanan sebulan dan sudut-sudutnya sama. Airnya lebih putih dari susu, aromanya lebih harum dari kesturi, dan pundi-pundinya bagai bintang-bintang di langit. Siapa yang minum dari telaga itu tidak akan haus selamanya.” (HR: Bukhari dan Muslim).
- Penggiringan Orang-orang Kafir dan Musyrik ke Neraka. (QS. Hud: 98, Az-Zumar: 71, Ali Imran: 12, Maryam: 68-72).
- Orang-orang Mukmin Melihat Allah dan Bersujud. (QS. Al-Qalam: 42).
Nabi bersabda, “…Ketika sudah tidak tersisa lagi kecuali orang yang menyembah Allah , baik yang shalih maupun yang bermaksiat, Allah mendatangi mereka dalam wujud yang lebih kecil dari yang mereka lihat sebelumnya. Allah berkata, ‘Apa lagi yang kalian tunggu? Setiap umat mengikuti sembahan mereka.’ Mereka menjawab, ‘Ya Tuhan kami, di dunia kami memisahkan diri dari dan tidak mau berkawan dengan orang-orang yang sebenarnya kami butuhkan.’ Dia berkata, ‘Aku Tuhanmu.’ Mereka berkata, ‘Kami berlindung kepada Allah dari engkau! Kami tidak mempersekutukan Allah dengan apapun.’ Ini berulang dua atau tiga kali, hingga sebagian mereka hampir ragu. Lalu Dia berkata, ‘Apakah antara kalian dan Tuhan kalian ada tanda yang kalian dapat mengenali-Nya?’ Mereka menjawab, ‘Ya.’ Dia lalu menyingkap betis-Nya. Maka, semua orang yang dahulu bersujud kepada Allah karena ingin bertemu dengan-Nya diijinkan oleh Allah untuk bersujud, dan semua orang yang dahulu bersujud karena takut dan ingin dilihat orang lain (karena riya’-pent) dijadikan satu tulang punggungnya (tidak beruas-pent) oleh Allah, sehingga setiap kali hendak bersujud, mereka jatuh ke belakang. Ketika mereka bangun dari sujud, Allah telah kembali ke wujud yang mereka lihat sebelumnya. Dia berkata, ‘Aku Tuhan kalian.’ Mereka berkata, ‘Engkau Tuhan kami.’ Kemudian dipasanglah jembatan di atas neraka Jahannam, dan disitu tempat syafaat. Mereka berkata, ‘Ya Allah, selamatkanlah, selamatkanlah!...” (HR: Muslim, I no. 183).
- Penggiringan Orang-orang ke Ash-Shirat ( Jembatan).
Ada seseorang bertanya kepada Rasulullah , “Ya Rasulullah, bagaimana jembatan itu?” Beliau bersabda, “Licin dan menggelincirkan. Disana terdapat besi-besi pengait yang runcing, yang dinamai Sa’dan. Orang-orang mukmin lalu melewati jembatan itu. Ada yang sekejap mata, ada yang bagaikan kilat, ada yang bagai angin, ada yang seperti burung, dan ada yang laksana kuda dan unta pacuan. Yang muslim selamat, yang terkait dilepas, dan yang terlempar jatuh ke dalam neraka Jahannam.” (HR: Muslim).
- Masuknya Umat Islam ke dalam Surga Atau Neraka.
Rasulullah bersabda, “Barangsiapa memohon surga kepada Allah sebanyak tiga kali, sang surga akan berkata, ‘Ya Allah, masukkanlah orang ini kedalam surga.’ Dan barangsiapa memohon perlindungan dari neraka, si neraka sendiri akan berkata, ‘Ya Allah, lindungilah dirinya dari neraka.” (HR: Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu Majah dan Hakim. Dishahihkan oleh al-Albani).
Wallahu ‘alam
(diambil dari kitab Asyrathus Sa’ah, oleh Yusuf bin Abdillah bin Yusuf al-Wabil, Al-Bidayah wan Nihayah oleh Ibnu Katsir, Al-Yaumul Akhir oleh Umar Sulaiman Al Asqar, Syarah Al-Aqidah Ath-Thahawiyah, Poster Granada, dll).
MENSIFATI SURGA
oleh Sri Retnosari pada 06 September 2009 jam 4:58
Allah menciptakan surga luasnya seperti luas langit dan bumi . dan panjangnya tak seorangpun yang mengetahuinya kecuali Allah. Ketika terjadi hari kiamat , langit tujuh dan bumi tujuh lenyap, luas keduanya jika dihamparkan seperti luasnya surga. Surga itu bertambah luas sampai pada batas yang memuat penghuninya
Seluruh surga memiliki 100 derajat. Jarak antara setiap dua derajat kira kira jauhnya 500 tahun. Sungai sungainya mengalir, buah buahnya bergantungan. Di dalam surga terdapat segala sesuatu yang menurut keinginan hati, mata juga bisa merasakan kenikmatannya.
Di dalam surga teredapat istri dan bidadari yang masih suci. Allah menciptakan bidadari dari nur (cahaya). Keindahan dan keelokan mereka bagai permata, Para bidadari itu sangat sopan dan selalu menundukkan pandangannya dari selain suaminya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum penghuni surga menjadi suaminya, dan juga tidak pernah disentuh oleh jin.Bidadari itu memakai 70 pakaian, setiap pakaian mempunyai warna yang berbeda, baginya memakai pakaian 70 macam tersebut lebih ringan daripada rambut. Kepalanya memakai mahkota dari intan yang ditaburi yakut.
Ridwan adalah Malaikat yang menjaga surga. Tugas utamanya adalah menyiapkan tempat dan melayani para penghuni surga. Dalam mmelayani penghuni surga ia dibantu oleh pembantunya yang jumlahnya tak terhitung banyaknya, karena hanya Allalah yang Maha tau.. Para pembantu malaikat Ridwan itu tediri dari Wildan ( anak-anak kecil yang belum akhil- baligh dan para bidadari ).
Ketika terjadi hari kiamat Allah memerintahkan kepada Ridwan untuk untuk membuka pintu pintu surga dan menghiasinya dengan aneka macam perhiasan, serta menyiapkan pelayan untuk menyambut kedatangan orang – orang yang bertaqwa yang akan menjadi penghuni surga.
Surga berada di sisi kanan Arasy, sedangkan neraka berada di sisi kiri Arasy. Lalu dipanjangkan shirat (jembatan penyebrangan) dsiatas neraka. Mizan ( timbangan ) juga ditegakkan. Inilah yang dimaksud ayat : “ Dan ( pada hari itu ) didekatkanlah surga kepada orang orang yang bertaqwa, dan diperlihatkan dengan jelas neraka Jahim kepada orang-orang yang sesat’.( Surah Asy-Syu’ara : 90, 91 )
Jabir bin Abdullah meriwayatkan :, bahwa Rasulullah pernah bersabda : Ketika hari kiamat terjadi dibangkitkan apa yang ada di dalam kubur, Allah lantas memberi wahyu kepada Ridwan: “Wahai Ridwan, aku telah mengeluarkan orang orang yang berpuasa dari kuburnya, dalam kedaan lapar dan haus, maka sambutlah mereka dengan menyuguhkan makanan panggang dan buah buahan dari surga”.
Malaikat Ridwan lalu memanggil pembantunya: “Wahai Ghilman, Wahai Wildan,,,,,” kemudian pelayan pelayan surga itu datang dengan membawa nampan yang terbuat dari nur, mereka berkumpul didekat Ridwan, Jumlah mereka lebih banyak daripada hitungan tetesan air hujan dan bintang dilangit.serta daun daun pepohonan. Mereka datang dengan membawa buah buahan yang banyak, aneka macam makanan, minyak samin, dan minuman yang lezat. Mereka menjemput ahli puasa, seraya berkata: “Makanlah dan minumlah dengan nikmat apa yang pernah kamu dahulukan dalam beberapa hari yang telah lewat”.
Dalam riwayat lain dikisahkan : Tatkala peduduk surga datang kelapangan yang luas, maka terlihat oleh mereka dilapangan itu terdapat pohon yang beraneka macam. Diatas pohon tadi terdapat buah buahan yang beraneka warna. Ahli surga juga melihat beberapa mata air yang dingin, yang mengalir diantara pepohonan dan bunga bunga yang beraneka macam. Sedangkan daun daun pohon tersebut menjuntai kebawah.
Lalu berhentilah para penduduk surga dibawah pohon tersebut, mereka meminum air yang dingin. Seketika itu pula hilang lah di hati mereka rasa dendam, tidak ada penipuan, tidak ada rasa dengki, tidak ada hasud, tidak ada takabbur, tidak ada marah, dan tidak ada permusuhan…. Semua telah keluar sebab meminum air tadi. Akhirnya jadilah Dhahir dan bathin penghuni surga bersih seperti perak. Kemudian mereka naik buroq untuk datang ke pintu surga…..mereka disambut oleh pejaga pintu surga Malaikat Ridwan….
Adapun hilangnya rasa dengki dendam dihati penghuni surga, telah dijelaskan dalam firman Allah :
“ Sesungguhnya orang orang yang bertaqwa itu berada dalam surga ( taman-taman) dan (didekat) mata air-mata air ( yang mengalir). Dikatakan kepada mereka: “Masuklah ke dalamnya dengan sejahtera lagi aman. Dan kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara duduk berhadap hadapan diatas dipan dipan”. ( surah Al-ZHijr” 45-47)
Demikianlah sebagian dan secuil tentang penghuni surga , namun semua itu bagi orang yang beramal soleh…..namun hal ini tak akan dijumpai bagi penghuni neraka, semoga kita termasuk kedalam golongan orang yang beruntung yaitu menjadi penghuni surga nan abadi amiieen…..
Dikutib dari 1001 berita dari kubur ( Haqiqi Alif )
hari kebangkitan
Allah menciptakan Lauhul Mahfudh yang terbuat dari intan putih, panjangnya antara langit dan bumi kali tujuh. Allah lalu menggantungkan Lauhul Mahfudh di Arasy.
Di dalam Lauhul Mahfudh terdapat catatan segala peristiwa yang dilakukan oleh seluruh mahluk Allah sampai hari kiamat.
Malaikat Israfil memiliki empat sayap, satu sayap ada di timur, satu sayap ada di barat, satu sayap menutupi dirinya, dan sayap yang keempat menutupi kepalanya . Malaikat Israfil berwajah kuning karena rasa takutnya kepada Allah. Ia selalu menundukkn kepalanya, juga selalu memandang kearah Arasy.
Ketika Allah menetapkan sesuatu di Lauhul Mahfudh, Allah membuka tutup wajah Israfil sehingga ia mengetahui apa yang ditetapkan oleh Allah, baik yang menyangkut masalah hukum dan perintah. Tidak ada malikat yang tempatnya lebih dekat dari Arasy, kecuali malaikat Israfil. Adapun jarak antara malaikat Israfil dan Arasy itu adalah tujuh tabir, sedangkan jarak antara setiap tabir kira kira perjalanan 500 tahun. Padahal jarak tempat Jibril dan Israfil itu ada 70 tabir.
Sangkakala (terompet) telah diletakkan diatas pahanya yang kanan, ujung sangkakala sudah berada dimulutnya. Israfil tinggal menunggu perintah Allah, kapan datangnya perintah tersebut, Ia tinggal meniup sangkakala itu.
Tatkala sudah habis usia dunia, sangkakala itu diletakkan ke wajah Israfil, ia lalu mengumpulkan 4 sayapnya. Kemudian meniup Sangkakala tersebut.
Adapula yang mengatakan : “Malaikat maut menjadikan salah satu dari kedua telapak tangannya berada di bawah bumi yang ke tujuh. Dengan demikian ia bisa mencabut seluruh ruh penduduk bumi dan langit, hingga tidak tersisa satu mahlukpun yang masih hidup, kecuali iblis, termasuk juga Jibril, Mikail, Israfil dan Izrail. Mereka adalah mahluk yang dikecualikan oleh Allah, seperti firmannya :
“Dan tiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang dilangit dan di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah “.( Surah Az-Zumar: 68)
Dalam sangkakala ada beberapa pintu yang banyaknya menurut bilangan ruh.
Di dalam sangkakala juga terdapat 70 rumah , salah satu rumah tersebut ditempati ruh para Malaikat, satu rumah ditempati ruh para jin, satu rumah ditempati ruh para manusia , satu rumah ditempati ruh para binatang. Ke 70 rumah tersebut nantinya terisi semua menurut pengelompokan runya masing masing.
Alah memberikan sangkakala kepada Israfil, kemudian meletakkan sangkakala itu dimulutnya sambil menunggu, kapan ia diperintahkan untuk meniupnya. Israfil akan meniup dengan tiga kali tiupan . Tiupan yang pertama mengejutkan, tiupan yang kedua adalah mematikan, tiupan yang ke tiga membangkitkan….
Dikutip dari 1001 berita dari kubur (Haqiqi Alif)
Selasa, 27 Juli 2010
Kehidupann setelah mati
Artikel ini adalah sebuah Kesaksian Warga Bengkalis yang Mati Suri dalam Temu
Alumni ESQ ‘Menyaksikan Orang Disiksa dan Ingin Kembali ke Dunia’.
Pengalaman mati suri seperti yang dialami Aslina, telah pula dirasakan banyak orang. Seorang peneliti dan meraih gelar doktor filsafat dari Universitas Virginia Dr Raymond A Moody pernah meneliti fenomena ini. Hasilnya orang mati suri rata-rata memiliki pengalaman yang hampir sama.
Masuk lorong waktu dan ingin dikembalikan ke dunia.
Catatan ini dilengkapi pula dengan penjelasan instruktur ESQ Legisan Sugimin yang mengutip Al-Quran yang menjelaskan orang yang mati itu ingin dikembalikan ke dunia, serta penelusuran melalui internet tentang Dr Raymond. Bagi pembaca yang ingin mengetahui perihal Dr Raymond dapat membuka situs www.lifeafterlife. com
dan hasil penelitian Raymond tentang mati suri dapat dibaca di buku Life After Life.
Aslina adalah warga Bengkalis yang mati suri 24 Agustus 2006 lalu. Gadis berusia sekitar 25 tahun itu memberikan kesaksian saat nyawanya dicabut dan apa yang disaksikan ruhnya saat mati suri.
Sebelum Aslina memberi kesaksian, pamannya Rustam Effendi memberikan penjelasan pembuka. Aslina berasal dari keluarga sederhana, ia telah yatim. Sejak kecil cobaan telah datang pada dirinya. Pada umur tujuh tahun tubuhnya terbakar api sehingga harus menjalani dua kali operasi. Menjelang usia SMA ia termakan
racun. Tersebab itu ia menderita selama tiga tahun. Pada umur 20 tahun ia terkena gondok (hipertiroid). Gondok tersebut menyebabkan beberapa kerusakan pada jantung dan matanya. Karena penyakit gondok itu maka Jumat, 24 Agustus 2006 Aslina menjalani check-up atas gondoknya di Rumah Sakit Mahkota Medical Center (MMC) Melaka Malaysia. Hasil pemeriksaan menyatakan penyakitnya di ambang batas sehingga belum bisa dioperasi.
“Kalau dioperasi maka akan terjadi pendarahan,” jelas Rustam. Oleh karena itu Aslina hanya diberi obat. Namun kondisinya tetap lemah. Malamnya Aslina gelisah luar biasa, dan terpaksa pamannya membawa Aslina kembali ke Mahkota sekitar pukul 12 malam itu. Ia dimasukkan ke unit gawat darurat (UGD), saat itu detak
jantungnya dan napasnya sesak. Lalu ia dibawa ke luar UGD masuk ke ruang perawatan. “Aslina seperti orang ombak (menjelang sakratulmaut—red). Lalu saya ajarkan kalimat thoyyibah dan syahadat. Setelah itu dalam pandangan saya Aslina menghembuskan nafas terakhir,” ungkapnya. Usai Rustam memberi pengantar, lalu Aslina memberikan kesaksiaanya.
“Mati adalah pasti. Kita ini calon-calon mayat, calon penghuni kubur,” begitu ia mengawali kesaksiaanya setelah meminta seluruh hadirin yang memenuhi Grand Ball Room Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru tersebut membacakan shalawat untuk Nabi Muhammad SAW. Tak lupa ia juga menasehati jamaah untuk memantapkan iman, amal dan ketakwaan sebelum mati datang. “Saya telah merasakan mati,” ujar anak yatim itu. Hadirin terpaku mendengar kesaksian itu. “Sungguh,” lanjutya, “terlalu
sakit mati itu.”
Diceritakan, rasa sakit ketika nyawa dicabut itu seperti sakitnya kulit hewan ditarik dari daging, dikoyak. Bahkan lebih sakit lagi. “Terasa malaikat mencabut (nyawa, red) dari kaki kanan saya,” tambahnya. Di saat itu ia sempat diajarkan oleh pamannya kalimat thoyibah. “Saat di ujung napas, saya berzikir,” ujarnya. “sungguh sakitnya, Pak, Bu,” ulangnya di hadapan lebih dari 300 alumni ESQ
Pekanbaru.
Diungkapkan, ketika ruhnya telah tercabut dari jasad, ia menyaksikan di sekelilingnya ada dokter, pamannya dan ia juga melihat jasadnya yang terbujur. Setelah itu datang dua malaikat serba putih mengucapkan Assalaimualaikum kepada ruh Aslina. “Malaikat itu besar, kalau memanggil, jantung rasanya mau copot, gemetar,” ujar Aslina mencerita pengalaman matinya. Lalu malaikat itu bertanya: “Siapa Tuhanmu, apa agamamu, dimana kiblatmu dan siapa nama orangtuamu.”
Ruh Aslina menjawab semua pertanyaan itu dengan lancar. Lalu ia dibawa ke alam barzah. “Tak ada teman kecuali amal,” tambah Aslina yang Ahad malam itu
berpakaian serba hijau.
Seperti pengakuan pamannya, Aslina bukan seorang pendakwah, tapi malam itu ia tampil memberikan kesaksian bagaikan seorang muballighah. Di alam barzah ia melihat seseorang ditemani oleh sosok yang mukanya berkudis,badan berbulu dan mengeluarkan bau busuk. Mungkin sosok itulah adalah amal buruk dari
orang tersebut.
Aslina melanjutkan. “Bapak, Ibu, ingatlah mati,” sekali lagi ia mengajak hadirin untuk bertaubat dan beramal sebelum ajal menjemput. Di alam barzah, ia melanjutkan kesaksiannya, ruh Aslina dipimpin oleh dua orang malaikat. Saat itu ia ingin sekali berjumpa dengan ayahnya. Lalu ia memanggil malaikat itu dengan “Ayah”.
“Wahai ayah bisakah saya bertemu dengan ayah saya?” tanyanya. Lalu muncullah satu sosok. Ruh Aslina tak mengenal sosok yang berusia antara 17-20 tahun itu. Sebab ayahnya meninggal saat berusia 65 tahun. Ternyata memang benar, sosok muda itu adalah ayahnya. Ruh Aslina mengucapkan salam ke ayahnya dan berkata: “Wahai ayah, janji saya telah sampai.”
Mendengar itu ayah saya saya menangis. Lalu ayahnya berkata kepada Aslina, “Pulanglah ke rumah, kasihan adik-adikmu.”
Ruh Aslina pun menjawab, “Saya tak bisa pulang, karena janji telah sampai.”
Usai menceritakan dialog itu, Aslina mengingatkan kembali kepada hadirin bahwa alam barzah dan akhirat itu benar-benar ada. “Alam barzah, akhirat, surga dan
neraka itu betul ada. Akhirat adalah kekal,” ujarnya bak seorang pendakwah.
Setelah dialog antara ruh Aslina dan ayahnya, ayahnya tersebut menunduk. Lalu dua malaikat memimpinnya kembali, ia bertemu dengan perempuan yang beramal
shaleh yang mukanya bercahaya dan wangi. Lalu ruh Aslina dibawa kursi yang empuk dan didudukkan di kursi tersebut, disebelahnya terdapat seorang perempuan yang menutup aurat, wajahnya cantik. Ruh Aslina bertanya kepada perempuan itu. “Siapa kamu?”
Lalu perempuan itu menjawab, “Akulah (amal) kamu.”
Selanjutnya ia dibawa bersama dua malaikat dan amalnya berjalan menelurusi lorong waktu melihat penderitaan manusia yang disiksa. Di sana ia melihat seorang
laki-laki yang memikul besi seberat 500 ton, tangannya dirantai ke bahu, pakaiannya koyak-koyak dan baunya menjijikkan.
Ruh Aslina bertanya kepada
amalnya, “Siapa manusia ini?”
Amal Aslina menjawab orang tersebut ketika hidupnya suka membunuh orang.
Lalu dilihatnya orang yang yang kulit dan dagingnya lepas. Ruh Aslina bertanya lagi ke amalnya tentang orang tersebut. Amalnya mengatakan bahwa manusia tersebut tidak pernah shalat. Selanjutnya tampak pula oleh ruh Aslina manusia yang dihujamkan besi ke tubuhnya. Ternyata orang itu adalah manusia yang suka
berzina. Tampak juga orang saling bunuh, manusia itu ketika hidup suka bertengkar dan mengancam orang lain.
Dilihatkan juga pada ruh Aslina, orang yang ditusuk dengan 80 tusukan, setiap tusukan terdapat 80 mata pisau yang tembus ke dadanya, lalu berlumuran darah,
orang tersebut menjerit dan tidak ada yang menolongnya. Ruh Aslina bertanya pada amalnya. Dan dijawab orang tersebut adalah orang juga suka membunuh. Ada pula orang yang dihempaskan ke tanah lalu dibunuh. Orang tersebut adalah anak yang durhaka dan tidak mau memelihara orang tuanya ketika di dunia.
Perjalanan menelusuri lorong waktu terus berlanjut. Sampailah ruh Aslina di malam yang gelap, kelam dan sangat pekat sehingga dua malaikat dan amalnya yang
ada disisinya tak tampak. Tiba-tiba muncul suara orang mengucap : Subnallah, Alhamdulillah dan Allahu Akbar. Tiba-tiba ada yang mengalungkan sesuatu di lehernya. Kalungan itu ternyata tasbih yang memiliki biji 99 butir.
Perjalanan berlanjut. Ia nampak tepak tembaga yang sisi-sisinya mengeluarkan cahaya, di belakang tepak itu terdapat gambar kakbah. Di dalam tepak terdapat
batangan emas. Ruh Aslina bertanya pada amalnya tentang tepak itu. Amalnya menjawab tepak tersebut adalah husnul khatimah. (Husnul khatimah secara
literlek berarti akhir yang baik, yakni keadaan dimana manusia pada akhir hayatnya dalam keadaan (berbuat) baik—red).
Selanjutnya ruh Aslina mendengarkan azan seperti azan di Mekkah. Ia pun mengatakan kepada amalnya, “Saya mau shalat.”
Lalu dua malaikat yang memimpinnya melepaskan tangan ruh Aslina.
“Saya pun bertayamum, saya shalat seperti orang-orang di dunia shalat,” ungkap Aslina.
Selanjutnya ia kembali dipimpin untuk melihat Masjid Nabawi. Lalu diperlihatkan pula kepada ruh Aslina, makam Nabi Muhammad SAW. Dimakam tersebut batangan-batangan emas di dalam tepak ”husnul khatimah” itu mengeluarkan cahaya terang. Berikutnya ia melihat cahaya seperti matahari tapi agak kecil. Cahaya itu pun bicara kepada ruh Aslina.
“Tolong kau sampaikan kepada umat, untuk bersujud di hadapan Allah.”
Selanjutnya ruh Aslina menyaksikan miliaran manusia dari berbagai abad berkumpul di satu lapangan yang sangat luas. Ruh Aslina hanya berjarak sekitar lima meter dari kumpulan manusia itu.
Kumpulan manusia itu berkata. “Cepatlah kiamat, aku tak tahan lagi di sini Ya Allah.”
Manusia-manusia itu juga memohon. “Tolong kembalikan aku ke dunia, aku mau beramal.”
Begitulah di antara cerita Aslina terhadap apa yang dilihat ruhnya saat ia mati suri. Dalam kesaksiaannya ia senantiasa mengajak hadirin yang datang pada pertemuan alumni ESQ itu untuk bertaubat dan beramal shaleh serta tidak melanggar aturan Allah. Setelah kesaksian Aslina, instruktur Pelatihan ESQ Legisan Sugimin yang telah mendapat lisensi dari Ary Ginanjar (pengarang buku sekaligus penemu metode Pelatihan ESQ) menjelaskan bahwa fenomena mati suri dan apa yang disaksikan oleh orang yang mati suri pernah diteliti ilmuan Barat. Legisan mengemukakan pula, mungkin di antara alumni ESQ yang hadir pada Ahad (24/9) malam itu ada yang tidak percaya atau ragu terhadap kesaksian Aslina. Tapi yang jelas, lanjutnya,
rata-rata orang yang mati suri merasakan dan melihat hal yang hampir sama.
“Apa yang disampaikan Aslina, mungkin bukti yang ditunjukkan Allah kepada kita semua,” ujarnya.
Legisan menjelaskan penelitian oleh Dr Raymond A Moody Jr tentang mati suri. Raymond mengemukakan orang mati suri itu dibawa masuk ke lorong waktu, di sana ia melihat rekaman seluruh apa yang telah ia lakukan selama hidupnya. Dan diakhir pengakuan orang mati suri itu berkata: “Dan aku ingin agar aku dapat kembali dan membatalkan semuanya.”
Menanggapi kesaksian Aslina yang melihat orang-orang berteriak ingin dikembalikan ke dunia dan ingin beramal serta penelitian Raymond yang menyebutkan, “aku ingin agar aku dapat kembali dan membatalkan semuanya,” Legisan mengutip ayat Al-Quran Surat Al-Mu’muninun (23) ayat 99-100:
“Hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata:’Ya, Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia).’(99). Agar aku berbuat amal yang saleh
terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan. (100).”
Sebagai penguat dalil agar manusia bertaubat, dikutipkan juga Quran Surat Az-Zumar ayat 39: “Dan kembalilah kamu kepada Tuhan-Mu, dan berserah dirilah
kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).”
Usai pertemuan alumni itu, Aslina meminta nasehat dari Legisan. Intruktur ESQ itu menyarankan agar Aslina senatiasa berdakwah dan menyampaikan kesaksiaannya
saat mati suri kepada masyarakat agar mereka bertaubat dan senantiasa mentaati perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Setelah acara, banyak di antara alumni
yang bersimpati dan ingin membantu pengobatan sakit gondoknya. Para hadirinpun menyempat diri untuk berfoto bersama Aslina.
Semoga pembaca dapat mengambil pelajaran dari kesaksiaan tersebut.
——————————————————————————-
Credit To: Arry Rahmawan D (Penulis Artikel)
Dicopy-Paste dan Sedikit Diedit dari: Inspirasi Blog
Sabtu, 24 Juli 2010
AKHIR JAMAN 1 - PERGILIRAN JAMAN
ada satu masa dimana manusia akan mengalami, yaitu berakhirnya suatu zaman atau dunia yang kita tempati ini, oleh sebeb itu selama Allah masih memberikan nafas bagi kehidupan kita, semoga kita dapat memnfaatkannya sebaik mungkin untuk mempersiapkan pada pertemuan di suatu masa yang abadi yaitu di akhirat kelak......
Kamis, 25 Maret 2010
Wahai bumiku
wahai bumi yang kupijak........
rentan sekali dirimu...
begitu tipis dan rapuh......dibandingkan isi perutmu
yang bergejolak... panas......
wahai bumiku....
andai manusia mempunyai mata sebesar dirimu....
akankah ia meliihat betapa dekatnya maut itu...
diatas dan dibawahmu.......
Namun ....banyak yang merasa kuat....
namun banyak yang merasa hebat......
berjalan dan berlari diatas perutmu..
dan tanpa sadar suatu saat ia kembali kedalam perutmu.....
Setiap hari engakau memanggil wahai bumiku...
berkali kali panggilan buat manusia
andai manusia mempunyai telinga sebesar dirimu..
mungkin ia ingin segera akhiri cobaan dunia ini...
wahai bumiku yang aku pijak.....
aku ingin alam ini selalu mengingatkanku..
dimana aku berpijak....
agar hadirku kelak di perutmu.
mendapat tempat yang lega...terang...dan nyaman...........
Semoga pemilik engkau
Allah.....Yang Maha Abadi...
selalu memberikan peringatan....
akan semua kekurangan ini.........
rentan sekali dirimu...
begitu tipis dan rapuh......dibandingkan isi perutmu
yang bergejolak... panas......
wahai bumiku....
andai manusia mempunyai mata sebesar dirimu....
akankah ia meliihat betapa dekatnya maut itu...
diatas dan dibawahmu.......
Namun ....banyak yang merasa kuat....
namun banyak yang merasa hebat......
berjalan dan berlari diatas perutmu..
dan tanpa sadar suatu saat ia kembali kedalam perutmu.....
Setiap hari engakau memanggil wahai bumiku...
berkali kali panggilan buat manusia
andai manusia mempunyai telinga sebesar dirimu..
mungkin ia ingin segera akhiri cobaan dunia ini...
wahai bumiku yang aku pijak.....
aku ingin alam ini selalu mengingatkanku..
dimana aku berpijak....
agar hadirku kelak di perutmu.
mendapat tempat yang lega...terang...dan nyaman...........
Semoga pemilik engkau
Allah.....Yang Maha Abadi...
selalu memberikan peringatan....
akan semua kekurangan ini.........
Suara Hati

Suara hati tak pernah terdengar
Suara hati tak pernah menggema
Karena ia akan berbisik disela keraguan…..
Antara keinginan dan kebimbangan….dan itulah kenyataan..
Bisakah kita sedikit merasuk
Kedalam sela sela nurani ini dan akan tampak betapa kerdilnya diri
Saat semua suara menggema menghakimi dosa yang tak pernah Nampak
Dan kita akan terpuruk dalam kehinaan yang kita agungkan…
Akankah ini suatu pertanda
Bahwa manusia penuh kelemahan
Ketika ia melupakan suara yang amat dekat dengan dinding qalbunya
Namun selalu terlupakan dan terus dilupakan
Sampai suatu saat ia berada ditepi jurang kehancuran…..
Maka ia akan terpaksa mendengar suara yang terabaikan…
Semoga semuanya belum terlambat ….
Buat membenahi semua kekurangan ini…..
NerakaMu
Ketika aku tenggelam didalamnya ...siapakah penolongku?
Ketika aku Dilempar kedalamnya siapakah penolongku?

Jika engkau gambarkan..betapa pedih siksamu...
Tak sanggup kuhidup didunia ini...
untuk menikmati dunia ini
mungkin aku ingin segera akhiri cobaan ini
dan kembali pada Mu pemberi Hidup
Aku manusia yang penuh kehinaan
Namun jangan jadikan aku kerak NerakaMu
Beri aku ampunan atas dosa yang tak pernah kusadari
Dan aku ingin mencium bau syurgamu
Kau ceritakan Panasnya Apimu
Mendidih Otak otak manusia tatkala mengepul Asap itu
Dan Kau lemparkan manusia-manusia yang berdosa itu dalam mendidihnya Neraka
Engkau Tenggelamkan mereka dalam darah dan nanah
Ampuni aku Ya Rabbi....
Ampuni aku Ya Rahman...
Ampuni aku Ya Rahiimm........
Ketika aku Dilempar kedalamnya siapakah penolongku?
Jika engkau gambarkan..betapa pedih siksamu...
Tak sanggup kuhidup didunia ini...
untuk menikmati dunia ini
mungkin aku ingin segera akhiri cobaan ini
dan kembali pada Mu pemberi Hidup
Aku manusia yang penuh kehinaan
Namun jangan jadikan aku kerak NerakaMu
Beri aku ampunan atas dosa yang tak pernah kusadari
Dan aku ingin mencium bau syurgamu
Kau ceritakan Panasnya Apimu
Mendidih Otak otak manusia tatkala mengepul Asap itu
Dan Kau lemparkan manusia-manusia yang berdosa itu dalam mendidihnya Neraka
Engkau Tenggelamkan mereka dalam darah dan nanah
Ampuni aku Ya Rabbi....
Ampuni aku Ya Rahman...
Ampuni aku Ya Rahiimm........
Langganan:
Komentar (Atom)